Skip to main content

Sejarah Unssaf


Unnes Stock Exchange Study Forum, atau yang lebih dikenal dengan Unssaf adalah Badan Semi Otonom (BSO) yang fokus memberikan edukasi tentang pasar modal. Unssaf lahir pada tanggal 13 Desember 2011. Peresmian pendiriannya berupa sertifikat pendirian yang ditandatangani langsung oleh Drs. Bambang Prishardoyo, M.Si, selaku Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan FE Unnes saat Seminar Nasional Pasar Modal dan disaksikan oleh 250 peserta.

Pembentukan organisasi ini bermula saat panitia training pasar modal Hima Manajemen 2011 mengalami kesulitan mengonsep acara. Ini acara training. Namun, SDM yang dijadikan sebagai trainer yang bertugas sebagai pendamping peserta masih sedikit orangnya. Sehingga, kebijakan Hima pada saat itu mengubah training menjadi seminar.

Namun, perubahan dari training ke seminar tidak serta merta tinggal mengubahnya. Ada sebuah tugas besar yang arus diemban. Sebuah tugas untuk mencari solusi bagaimana cara menambah jumlah kuantitas sumber daya manusia yang tahu akan pasar modal. Mencari solusi inilah tugas berat yang harus diemban saat merubah acara dari training ke seminar.

Moh. Khoerudin, S.E., M.Si memiliki peran yang besar sebagai pemberi solusi atas masalah itu. Saran beliau pada saat itu adalah membuat sebuat komunitas atau kelompok studi pasar modal seperti di universitas-universitas lain. Berawal dari ide inilah, kemudian ditindak lanjuti dengan
membentuk tim renstra oleh Royan Aziz (Ketua Hima Manajemen 2011) sebagai bentuk keseriusan memecahkan solusi sekaligus membangun organisasi baru.

Tim Renstra langsung dibawah koordinasi ketua Hima dengan arahan langsung dari Moh. Khoirudin. Mengonsep organisasi secara keseluruhan, mulai dari AD/ART, rencana strategis kedepan, program program, dan manajemennya merupakan tugas berat yang harus diemban oleh tim renstra. Bukan hanya itu, Tim renstra juga harus bisa meloloskan perizinan pendirian organisasi baru di tingkat birokrasi dengan waktu yang cukup singkat. Kurang dari dari satu bulan.

Awal mula Unssaf dirumuskan berkedudukan di bawah Jurusan Manajemen, satu level dibawah Hima Manajemen. Melihat perkembangan Unssaf dan kebutuhan mahasiswa akan edukasi dibidang Pasar Modal, melalui Kongres Keluarga Mahasiswa(KKM) FE Unnes pada tanggal 20 Januari 2015, Unssaf resmi diangkat menjadi Badan Semi Otonom (BSO) berkedudukan di bawah Fakultas Ekonomi. Meski sekarang berkedudukan dibawah Fakultas Ekonomi, namun, antara Unssaf dan Jurusan Manajemen diharapkan tetap terjalin sinergitas yang baik diantara keduanya.

Meskipun Unssaf dibentuk dengan berlatar belakang untuk meningkatkan SDM yang kompeten dibidang pasar modal, namun banyak hal yang menjadi pertimbangan mengapa organisasi ini harus ada. Perkembangan dunia pasar modal sangatlah pesat. Mahasiswa sebagai seorang akademik, pengetahuan detail dan up to date tentang kondisi pasar modal haruslah tahu. Namun, kenyataannya banyak mahasiswa yang belum tahu tentang pasar modal. Bahkan, ada yang mengira pasar modal kegiatannya seperti bazar/expo. Kondisi inilah yang juga masuk menjadi salah satu pertimbangan ketika Pemangku kebijakan tertinggi Hima Manajemen memutuskan untuk mendirikan kelompok studi pasar modal ini.
Selain itu, dengan adanya kepak sayap Unssaf, diharapkan bisa menjadi pusat studi pasar modal bagi mahasiswa yang ingin menggeluti dunia pasar modal. Organisasi ini menjadi tempat pengkajian dan pembelajaran semua hal yang berkaitan dengan pasar modal. Sehingga, nantinya organisasi ini akan melahirkan lulusan yang benar-benar cakap dan pandai di bidang pasar modal.

Comments

Popular posts from this blog

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Desa Wisata Kandri Sadar Investasi

          Desa Kandri terletak di kecamatan Gunung Pati, berada di ujung barat kota Semarang. Jika diakses menggunakan kendaraan pribadi kurang lebih 30-45 menit dari pusat Kota Semarang. Desa Wisata Kandri juga memiliki obyek wisata yang sering dikunjungi oleh beberapa wisatawan lokal, yaitu ada Goa Kreo dan juga Waduk Jatibarang serta berbagai piilihan wisata dengan slogan “Kandri WAE (Wisata Adventure Edukasi)” dimana terdapat berbagai paket wisata jelajah desa, pelatihan pembuatan kuliner olahan khas desa, seni dan budaya.