Skip to main content

Upgrading, 6 April 2013

Suasana Pos 1
     Upgrading merupakan acara rutin yang digelar oleh fungsionaris Unssaf dan acara ini ditunjukan untuk pihak internal unssaf. Upgrading pada periode ke 2 Unssaf ini, diadakan pada hari Sabtu, 6 April 2013, dan acara dilaksanakan di Lingkungan Unnes.

     Upgrading merupakan salah satu progam kerja dari departermen HRD, dimana acara ini dilaksanakan untuk menambah kekompakan dan menguatkan tali persaudaraan antar anggota Unssaf. Kali ini ada yang berbeda dari acara upgrading yang telah dilaksanakan sebelumnya. Yang pasti acara ini tambah seru dan asik.

     Acara ini dimulai dengan berkumpul dahulu di pos 1 yang berlokasi di PKM Joglo FE Unnes. Peserta upgrading kali ini berjumlah sekitar 48 peserta (kurang lebih 90% anggota Unssaf mengikuti acara ini). setelah itu peserta di bagi menjadi beberapa tim dan langsung menuju pos yang telah di tunjuk oleh panitia.

     Upgrading kali ini  berjalan sukses dan sangat seru. Keseruan acara sangat terlihat ketika pada game terakhir pada pos terakhir pula yaitu permainan 'Babi Ngepet'. Cara bermain permainan ini adalah dengan cara menjaga lilin yang menyala dalam sebuah ember (sepertinya mudah, tapi tunggu dulu), disamping itu para peserta akan berusaha untuk saling memadamkan lilin tim lain dengan cara melempar plastik yang berisi air. 

-=GALERI FOTO=-

Gbr. 1 Peserta Berkumpul di PKM Joglo, FE, Unnes.

Gbr. 2 Salah satu tim sedang memamerkan Yel-yel
Gbr. 3 Panitia memberi pengarahan kepada peserta
Gbr. 4 Permainan di POS 3
Gbr. 5 Hukuman untuk Tim Peserta yang Kalah
Gbr. 6 Narsis di Pos 3
Gbr. 7 Yel-yel Paling Heboh
Gbr. 8 Permainan Harta Karun
Gbr. 9 kurang Beruntung, (Direktur unssaf Periode 2)
Gbr. 10 Permainan 'Babi Ngepet'
Gbr. 11 Permainan Babi Ngepet
Gbr. 12 Panitia yang Kurang Beruntung
Gbr. 13 'Tambah Terus airnya . . .'

Popular posts from this blog

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Selamat Bergabung Unssaf 2020!

Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh peserta  Open Recruitment  (Oprec) Staff Professional Unssaf 2020 atas partisipasi yang begitu luar biasa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Apapun hasilnya kalian tetap menjadi keluarga besar dari Unssaf. Bagi yang belum berkesempatan menjadi Staff Professional Unssaf tahun 2020, jangan berkecil hati, karena wahana untuk belajar Pasar Modal sangat luas dan Unssaf sangat terbuka bagi siapapun yang ingin belajar materi tentang Pasar Modal. Tak lupa kami ucapkan selamat kepada peserta yang telah lolos seleksi! Berikut adalah daftar Staff Professioinal UNSSAF 2020 : No Nama  Jurusan  1 M. Rizaludin Hasan Manajemen 2018 2 Abdul Chotib Nasih Manajemen 2018 3 Adi Sora Maskus Ginting  Manajemen 2019 4 Akbar Rizky Saputra  Manajemen 2019 5 Almarshanda Dienta Endriyanti  Manajemen IUP 2019 6 Amelia Inka Lita Akuntansi 2018 7 Ananda D

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.