Skip to main content

TALKSHOW PASAR MODAL SYARIAH

TALKSHOW PASAR MODAL SYARIAH
Chairul Tanjung mengakuisisi Carfour, jadi sekarang carfour udah jadi milik org indonesia ni
bagaimana caranya ???
"dengan membeli sahamnya di pasarmodal Bursa Efek Indonesia (BEI)
pasti masih pada bingung ni tentang saham
apaan tu pasar modal ? apaan tu investasi di saham?
itulah mengapa masih minimnya investor di indonesia, investor diindonesia cuma 2% , bayangkan angka yg minim jika dibanding dg negara tetangga, singapore hampir 35% warganya mjd investor
thailand 10%
dsb, itu karena diindonesia masih sangat awam dg pasar modal
pasti pada bingung dan kaga tau maksudnya pergerakan indeks harga saham yg biasanya ada di metrotv ama tv one, makanya biar pada tau
LETS JOIN in Talkshow pasar modal syariah
mengapa syariah, disini kami pengen berbagi bahwa pasar modal tu syariah lo, so insyaallah halal 

11 Juni 2013
@gedung C7 FIS lantai 3
HTM  IDR 15.000 one seat
        IDR  25.000 2 seat


Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here