Saturday, 3 May 2014

Mengenal Beberapa Model Pergerakan Harga Saham

Bagaimana sih cara harga bisa bergerak? Ada orang yang bilang.. bahwa pergerakan harga tergantung dari supply and demand.  Ada yang bilang kalau bandar yang gerakin.  Ada yang bilang bahwa big player, asing, aseng atau banyak lagi yang lainnya.
130802 Pergerakan harga - Big Caps
Saya menjelaskan model pergerakan harga ini, melalui beberapa model.  Dalam setiap model, harga saham digerakkan oleh pihak-pihak, orang-orang, atau faktor-faktor yang berbeda-beda.
  • IHSG movers Model atau Big Caps Model
Pada model yang pertama ini, harga bergerak sebagai akibat dari minat dari pelaku pasar terhadap prospek perekonomian Indonesia ditengah percaturan ekonomi dunia dan/atau ekonomi regional  Asia.   Mereka kemudian masuk ke pasar (baca: beli saham di Indonesia) dengan menggunakan IHSG sebagai benchmark.  Karena IHSG adalah sebuah angka indeks yang dihitung dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang, maka saham dengan kapitalisasi yang besar akan berpengaruh lebih besar terhadap pergerakan IHSG.  

Friday, 2 May 2014

Manajemen Modal


Survei membuktikan bahwa banyak pemain saham yang rugi!  Anda sudah siap menghadapi “cobaan” di bursa saham, Anda tahu analisa teknikal, dan Anda sering benar, tapi kenapa Anda masih rugi?  Mungkin Anda belum mengetahui dua aturan manajemen modal ini.

Bagi Anda pemain saham baru, memiliki banyak saham sekaligus sungguh memusingkan.  Anda bingung mana yang mau dijual, mana yang mau dibeli, dan berapa lot…  Pusing juga karena harga saham yang naik dan turun dengan cepat.

Bagaimanapun, manajemen modal ini perlu dilakukan secara otomatis, dan harus Anda patuhi kalau Anda ingin terus berada di pasar modal untuk waktu yang lama.

Anda harus mengetahui dua aturan sakral ini.

Siklus Kalender Saham





Fluktuasi harga saham terjadi pada setiap hari. Jika kita coba analisa, maka akan terdapat pola (tren) pergerakan saham yang berulang. Pola berulang ini dapat digunakan sebagai sinyal dalam membeli atau menjual saham.

Januari
Di Amerika, Wallstreet, terdapat istilah January effect. Istilah tersebut didapat dari berbagai studi yang menyatakan bahwa jika kita mengkoleksi saham-saham kecil pada awal Desember dan menyimpan hingga Januari, maka kita bisa mendapatkan keuntungan 5-10%.
Hal tersebut dikarenakan manajer investasi, reksadana, treasury banking akan menjaga performa bagus mereka dengan tidak menyimpan saham-saham yang harganya jatuh dalam portofolio mereka hingga menjelang akhir tahun. Lalu adanya aktifitas window dressing (para emiten memoles laporan keungan perusahaan agar lebih menarik).
Investor retail dapat memanfaat bulan Januari ini untuk menjual saham (bukan membeli saham), karena pada bulan ini harga saham akan tinggi dibanding bulan-bulan lainnya.

Mari Mengenal Mitos Sell in May and Go Away

Headline



Di dunia Stock Market ada satu istilah Sell in May and Go Away yang sudah mendunia. Banyak investor yang sering kali salah mengerti arti dari istilah ini, banyak yang menganggap bulan May adalah waktunya jual.

Menurut analis Creative Trading System, Argha J Karo Karo, banyak investor menganggap indeks cenderung mengalami koreksi signifikan pada bulan Mei. "Namun sebenarnya arti dari istilah tersebut bukanlah itu," katanya.

Sell in May and Go Away sebenarnya tidak sedang membahas pergerakan pada bulan Mei saja, melainkan pergerakan dari bulan May sampai October. Mitos ini berawal dari penelitian banyak analis di Amerika yang melihat adanya kecenderungan koreksi di bursa dalam periode May – Oktober. "Analisa tersebut memang beralasan, salah satu buktinya adalah simulasi yang dibuat tahun lalu oleh salah satu analis di Wall Street," jelasnya.