Skip to main content

Investasi Reksa Dana



Reksa Dana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

APA SAJA MANFAAT ATAU KEUNTUNGAN RAKSA DANA BAGI PEMODAL?
  • Investor dapat melakukan diversifikasi investasi untuk memperkecil risiko walaupun tidak memiliki dana yang besar.
  • Investasi dalam efek akan dilaksanakan oleh Manajer Investasi yang profesional sebagai wakil investor.
  • Pemantauan kinerja investasi dikerjakan oleh Manajer Investasi mewakili investor Reksa Dana sehingga menghemat waktu dan tenaga investor.


APA SAJA RISIKO BERINVESTASI DALAM REKSA DANA?
  • Risiko berkurangnya nilai unit penyertaan.
  • Risiko tidak tersedianya uang tunai dalam jumlah yang cukup bila sebagian besar pemegang unit penyertaan melakukan pencairan (redemption) pada saat yang bersamaan.
  • Risiko turunnya nilai efek secara keseluruhan karena kondisi negatif pasar modal dan/atau perekonomian secara umum. 



SEKIAN MATERI TENTANG PRODUK INVESTASI DI PASAR MODAL YANG SUDAH KITA ULAS DARI KEMARIN.

SELAMAT LIBURAN DAN TETAP MENAMBAH ILMU GUYS

ADMIN


Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here