Sunday, 31 August 2014

Olimpiade Pasar Modal 2014

Be The Real Young Investor

I.              KETENTUAN UMUM
1. Olimpiade Pasar Modal dengan tema “Be The Real Young Investor” merupakan perlombaan simulasi online dan analisis perusahaan yang bekerjasama dengan Phintraco Securities.
2. Tujuan Olimpiade Pasar Modal untuk lebih mengenalkan dunia investasi pasar modal Indonesia sekaligus meningkatkan kompetensi investor.
3. Babak penyisihan akan dimulai pada hari Senin, tanggal 29 September 2014 sampai dengan 10 Oktober 2014. Trading hanya bisa dilakukan pada saat dua sesi BEI.
4. Form pendaftaran dapat diisi secara online di www.unssaf.or.id Pendaftaran peserta dari tanggal 1 24 September 2014.
5. Transaksi menggunakan dana maya dari Phintraco Securities dan tidak dapat diuangkan secara real.
6. Perlombaan ini menggunakan software profit dari Phintraco Securities.
7. Hadiah bagi pemenang berupa real account di Phintraco Securities dan trofi juara, serta sertifikat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
8. Peserta yang telah mengikuti Olimpiade Pasar Modal wajib mengikuti Seminar Pasar Modal yang merupakan serangkaian acara Olimpiade Pasar Modal.
9. Sertifikat dapat diambil saat Seminar Pasar Modal tanggal 8 November 2014 dan tidak dapat diwakilkan.

II.           PESERTA
1. Peserta merupakan mahasiswa aktif se-Jateng dan DIY.
2. Peserta merupakan mahasiswa aktif semester 3 dan 5.
3. Peserta merupakan individu atau 1 orang.
4. Peserta tidak sedang atau pernah bekerja di perusahaan sekuritas.
5. Calon peserta diharuskan memberikan data yang valid saat mendaftar di Olimpiade Pasar Modal.
6. Peserta hanya diperbolehkan mendaftar diri satu kali.
7. Peserta harus mencantumkan nama dan nomor identitasnya sesuai dengan KTP.
8. Setelah mendaftar setiap peserta telah menyetujui peraturan yang dibuat oleh panitia.

III.        PENDAFTARAN
1. Peserta wajib registrasi melalui SMS dengan format OPM_NAMA LENGKAP_UNIV ke 089613546114 (Sandi) atau 085727838675 (Nofalinda).
2. Mengisi form pendaftaran secara online di www.unssaf.or.id

IV.        KETENTUAN
1. Panitia berhak menolak pendaftaran dan mendiskualifikasi peserta, apabila peserta melanggar ketentuan yang telah dibuat panitia.
2. Peserta mendaftar lebih dari satu kali dengan menggunakan nama yang berbeda akan didiskualifikasi seluruhnya.
3. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
4. Apabila terjadi masalah dengan sinyal koneksi, penerimaan atau routing, konfigurasi peralatan dan/atau koneksinya, pihak panitia tidak bertanggung jawab atas kegagalan komunikasi, distorsi atau keterlambatan data ketika online trade dijalankan. Peserta setuju untuk tidak menuntut pertanggungjawaban kepada pihak panitia acara.
5. Finalis 3 Besar  Olimpiade Pasar Modal 2013 DILARANG MENGIKUTI Olimpiade Pasar Modal 2014.

V.           PEMENANG
1. Tiga puluh (30) peserta dengan cash terbanyak saat online trading akan diumumkan pada tanggal 11 Oktober 2014 dan akan melaju ke babak selanjutnya.
2. Ke-30 peserta pada tanggal 13 Oktober 2014 wajib menjawab soal secara online di www.unssaf.or.id
3. Untuk menentukan sepuluh (10) yang melaju ke babak final, penilaian diambil dari online trading dan skor yang didapat dari mengisi soal secara online.
4. Ke-10 peserta wajib membuat paper dengan ketentuan yang akan dikirim ke email dan via sms kepada finalis setelah panitia dapat mengkonfirmasi kehadiran di Universtitas Negeri Semarang.
5. Ke-10 peserta wajib mengikuti technical meeting pada tanggal 18 Oktober 2014.
6. Grand Final akan diadakan pada tanggal 19 Oktober 2014.

(Link Pendaftaran)

Open Recruitment Magang Unssaf 2014


Open Recruitment Magang Unssaf 2014


Persyaratan:
1. Mahasiswa aktif Unnes
2. Berkomitmen tinggi
3. Tertarik pada dunia Pasar Modal

Info Penting:
1. Pendaftaran sampai dengan 5 September 2014
2. Litsus(pilih salah satu):
    5 September      : Pukul 14.00-17.00
    6&7 September : Pukul 08.00-14.00
    @belakang C7 FIS

Pendaftaran:
1. SMS dengan format OPREC_NAMA_NIM_PRODI
2. Mengisi formulir yang dapat diunduh di www.unssaf.or.id
3. Hadir pada litsus dengan membawa formulir yang telah diisi

Contact Person:
089669320870 (Rendy)
085701307334 (Nissa)

(download formulir)

Sunday, 24 August 2014

Section Magz#8

SECTION MAGZ#8
Agustus 2014
Silahkan unduh gratis sekarang


SECTION MAGZ#7
Juli 2014
Silahkan unduh gratis sekarang



SECTION MAGZ#6
April 2014
Silahkan unduh gratis sekarang



 SECTION MAGZ #5
November2013
Silahkan unduh gratis sekarang



SECTION MAGZ #4
Oktober2013
Silahkan unduh gratis sekarang



SECTION MAGZ #3 "Edisi Ramadhan"
Silahkan unduh gratis sekarang




SECTION MAGZ #2
Silahkan unduh gratis sekarang



SECTION MAGZ FIRST EDITION
Silahkan unduh gratis sekarang



Thursday, 14 August 2014

Gerakan Nasional Non-Tunai, Upaya Menghadapi MEA 2015




Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung menghadiri acara “Gerakan Nasional non-tunai” yg digagas oleh Bank Indonesia di Mangga Dua Mall, Kamis (14/8/2014). Dalam kesempatan tersebut Menko Perekonomian menandatangani MoU beserta Gubernur Bank Indonesia, Wakil Menteri Keuangan, Gubernur Sulawesi Selatan, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
 
Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-69 Republik Indonesia, acara ini diselenggarakan di Mangga dua Mall jakarta yang merepresentasikan sebagai pusat transaksi keuangan. Dalam sambutannya Menko Perekonomian menegaskan bahwa Gerakan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pemerintah, dan pelaku bisnis dalam menggunakan sarana pembayaran non-tunai
"Gerakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran kita, pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat dalam menggunakan sarana pembayaran non-tunai yang tentunya lebih mudah,aman, dan efisien". ujarnya
 
Menko Perekonomian pun memaparkan dibandingkan negara ASEAN lainnya, penggunaan transaksi pembayaran berbasis elektronik yang dilakukan masyarakat Indonesia relatif masih rendah, sementara dengan kondisi geografis dan jumlah pouplasi yang cukup besar, masih terdapat potensi yang cukup besar untuk perluasan akses layanan sistem pembayaran di Indonesia.
 
"Penggunaan transaksi pembayaran berbasis elektronik kita masih rendah dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya"tegasnya
 
Di Akhir kesempatan Menko Perekonomian pun menegaskan dengan adanya gerakan ini, negara Indonesia akan terpacu menjadi negara yang semakin efisien dan produktif dalam pasar, yang pada ujungnya akan memperkuat kita dalam menghadapi MEA 2015.
 
"Pemerintah akan mendukung penuh gerakan ini, karena volume transaksi tunai akan mengecil setiap harinya sehingga negara kita akan menjadi negara yang efektif dan produktif di dalam pasar, hal ini dilakukan untuk menghadapi MEA 2015"tegasnya singkat


BI Kembali Pertahankan BI Rate di Level 7,5 Persen



Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Kamis (14/8) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) tetap di level 7,5 persen. Selain itu, RDG juga memutuskan suku bunga Lending Facilitydan suku bunga Deposit Facility masing-masing tetap pada level 7,5 persen dan 5,75 persen.

Kebijakan ini konsisten dengan upaya untuk mengarahkan inflasi menuju ke sasaran 4,5 plus minus 1 persen pada 2014 dan 4 plus minus 1 persen pada tahun 2015, serta menurunkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat. BI menilai, proses penyesuaian struktur perekonomian ke arah yang lebih seimbang masih terus berlangsung, ditopang oleh stabilitas makro ekonomi yang tetap terjaga.

“Hal ini tercermin dari permintaan domestik yang terkendali dan inflasi yang berada dalam tren menurun, meskipun defisit transaksi berjalan meningkat antara lain karena pola musiman triwulan II-2014,” demikian dikatakan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara dalam keterangan resminya pada Kamis (14/8).

Ke depan, lanjutnya, masih terdapat sejumlah risiko dari eksternal dan domestik yang perlu diwaspadai yang dapat mengganggu tercapainya sasaran inflasi dan perbaikan kinerja transaksi berjalan. Untuk itu, BI akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial serta kebijakan untuk memperkuat struktur perekonomian domestik dan pengelolaan Utang Luar Negeri (ULN), khususnya ULN korporasi.

“Bank Indonesia juga akan meningkatkan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dalam pengendalian inflasi dan defisit transaksi berjalan, agar proses penyesuaian ekonomi dapat berjalan baik dengan tetap menjaga pertumbuhan ekonomi yang sustainable ke depan,” ungkapnya.