Skip to main content

Investment view

Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM)

Profil Emiten & Prospek Usaha

PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (kode saham TLKM) merupakan perusahaan terbuka dengan presentase kepemilikan saham terbanyak dimiliki oleh negara Republik Indonesia. TLKM merupakan perusahaan yang bergerak dibidang infrastruktur yang berfokus dalam pembangunan sektor telekomunikasi. Di tahun 2014 TLKM di beri penghargaan tertinggi oleh Perusahaan Efek dan Anggota Bursa (Capital Market Awards) sebagai Emiten terbaik di Pasar Modal Indonesia.
Ditahun 2014 ini TLKM mengalami peningkatan kinerja mulai dari peningkatan pendapatan sebanyak 89.696 miliar meningkat 8,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 82.967 miliar, aset yang meningkat 10,1% atau sekitar 140,9 miliar, laba bersih meningkat menjadi 14.638 miliar dari tahun sebelumnya hanya 14.205 miliar.Perseroan juga mampu mengelola biaya operasi dengan efisien, dimana biaya operasi tumbuh 6,5% menjadi Rp43,9 triliun. Sehingga Perseroan mampu mencatat pertumbuhan EBITDA yang cukup tinggi sebesar 9,7% menjadi Rp46,1 triliun dengan marjin EBITDA sebesar 51,1% atau lebih baik dari tahun sebelumnya dengan marjin 50,4% Ini menujukan bahwa TLKM mempunyai kinerja yang baik dari tahun ke tahun.
Ditengah perlambatan ekonomi dunia khusunya dikawasan eropa dan beberapa kunci ekonomi di Asia seperti Jepang dan China. Perseroan tetap mencatat kinerja yang sangat baik pada tahun 2014 dengan pendapatan yang tumbuh di atas rata-rata industri serta di topang kinerja anak usaha di bidang seluler, PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), yang melanjutkan kinerjanya yang sangat baik dengan Pendapatan, EBITDA dan Laba Bersih tumbuh dua digit. Unit usaha lainnya di bidang fixed line, infrastruktur telekomunikasi dan unit usaha lainnya juga tumbuh cukup baik.
Telkom mencatat kinerja keuangan dan operasional yang sangat baik sepanjang tahun 2014, seiring dengan tingginya kinerja anak usaha PT Telekomunikasi Selular ("Telkomsel"). Pada periode yang sama, Telkom secara agresif terus melanjutkan pembangunan infrastruktur broadband untuk mendukung pertumbuhan bisnis digital di masa mendatang.


Perbandingan Emiten Sejenis

Perbandingan TLKM

Perbandingan Emiten
11/04/2014
TLKM
ISAT

Price
2865
4265


Share Out (B)
100.8B
5.4B







Market Cap (B)
288288.0B
22904.0B


EPS (12M 2014)
145
-368


P/E

-11,0


19.7


BVPS (12M 2014)
854
2612.5


PBV
3.3
1,6







ROA (12M 2014)
10,4%
-3,7%






ROE (12M 2014)
17,0%
-14.0%

D/E (12M 2014)
0.3
1.9


Sumber : Indo Premier Online Trading (IPOT) setelah diolah


Perbandingan emiten di bidang telekomunikasi berdasarkan salesgrowth TLKM dan ISAT memiliki sales growth tertinggi. Dari tabel perbandinganantara TLKM dan ISAT. Dapat disimpulkan bahwa saham TLKM unggul dari ISAT. Baik dari Market Cap, P/E,PBV, BVPS, ROA, ROE, sehingga lebih layak membeli TLKM dibanding ISAT.
Analisis Fundamental TLKM
Fundamental TLKM

Sumber : Indo Premier Online Trading (IPOT)


                                              
Dari data Fundamental TLKM dapat dilihat Total Asset selalu tubuh setiap tahunnya, sebagai emiten yang bergerak di bidang telekomunikasi tentu dengan pertumbuhan Aset yang dimiliki perusahaan ini memberikan sinyal positif kepada investor. Dimana TLKM selalu melakukan ekspansi usaha untuk memperbesar kegiatan bisnisnya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Begitu juga pendapatan (Revenue) selalu naik tiap tahun, jadi aset yang dimiliki TLKM dapat dikelola dengan baik oleh pihak manajemen perusahaan untuk mendapatkan laba yang besar setiap tahunnya. Price Earning Ratio (P/E) TLKM juga masih rendah yaitu 15,26x (2013) ini berarti saham TLKM masih tergolong saham yang murah.
Return  on  Asset  dan  Return  on  Equity  juga  tinggi,  masing–masing sebesar11,10% (2013) dan 18,35% (2013). Melihat data fundamental TLKM, saham ini layak untuk dibeli.

Analisis Teknikal TLKM
Teknikal TLKM


meskipun ditutup lebih rendah pada penutupan tertinggi (2.855) tanggal 29 maret 2014, dengan target harga 3.020 setidaknya saham TLKM bisa mencapai target dengan melihat indikator stochastik yang menujukan trend naik sehingga saham TLKM layak untuk di beli. (Benteng/Invest)

Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias.





Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Selamat Bergabung Unssaf 2020!

Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh peserta Open Recruitment (Oprec) Staff Professional Unssaf 2020 atas partisipasi yang begitu luar biasa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Apapun hasilnya kalian tetap menjadi keluarga besar dari Unssaf. Bagi yang belum berkesempatan menjadi Staff Professional Unssaf tahun 2020, jangan berkecil hati, karena wahana untuk belajar Pasar Modal sangat luas dan Unssaf sangat terbuka bagi siapapun yang ingin belajar materi tentang Pasar Modal.
Tak lupa kami ucapkan selamat kepada peserta yang telah lolos seleksi! Berikut adalah daftar Staff Professioinal UNSSAF 2020 :

NoNama Jurusan 1M. Rizaludin HasanManajemen 20182Abdul Chotib NasihManajemen 20183Adi Sora Maskus Ginting Manajemen 20194Akbar Rizky Saputra Manajemen 20195Almarshanda Dienta Endriyanti Manajemen IUP 20196Amelia Inka LitaAkuntansi 20187Ananda Deka Cahya HadiwijayaPendidikan Ekonomi Koperasi 20188Andika Wisnu WidodoManajemen 20199Aninda Sastianita YusufAkuntansi 201910AstriyahAkunt…