Skip to main content

MOU OJK & FE Unnes

Dan kami infokan KABAR GEMBIRA dari Unssaf, pada hari Selasa 21 April 2015 kemarin, agenda Penandatangan Nota Kesepahaman OJK Regional 4 Jateng DIY dengan Universitas Negeri Semarang berjalan lancar. MoU ini mencakup berbagai bidang, namun yang utama adalah dalam bidang edukasi dan pengabdian masyarakat. Semoga dengan adanya kerjasama ini mampu menciptakan sinergitas yang baik dan memberikan kontribusi yang mampu mendorong kemajuan mahasiswa Unnes, terutama untuk KSPM Unssaf sendiri, dalam bidang pasar modal dan investasi.
Gambar 1 Penandatanganan oleh Rektor Unnes dan Kepala Kantor OJK Reg 4 Jateng DIY dengan disaksikan Dekan FE Unnes


 Gambar 2. Team Unssaf untuk

‪#‎Ayoinvestasi‬ ‪#‎MoU‬ ‪#‎OJK‬ ‪#‎Unnes‬ ‪#‎Unssaf‬

Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here