Skip to main content

Tim UNSSAF Unnes Juara 1 KPPM Nasional

Tim UNSSAF FE UNNES yang terdiri dari Bernanto Pardosi, Jazuli (Jurusan Manajemen Unnes) dan Hendi (Jurusan Akuntansi Unnes) berhasil meraih juara 1 lomba Kompetisi Pengetahuan Pasar Modal (KPPM) 2015. KPPM merupakan lomba pengetahuan pasar modal tingkat nasional yang diadakan oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Lomba dimulai dari pembuatan precase dan diambil 16 besar tingkat nasional. Dalam lomba 16 besar diadakan 3 babak dan dari 3 babak diambil 6 tim terbaik untuk mengikuti babak grand final. Babak 1 tes pilihan ganda sebanyak 100 soal babak 2 tes crownpuzzle menggunakan bahasa inggris lalu babak 3 lomba simulasi trading. Akumulasi babak 1,2,3 peringkat unnes yang mengirimkan 3 kontingen yaitu, giraldi, unssaf 1 dan unssaf 2 menduduki peringkat 4,9,10. Di babak grand final diadakan tes debat. Berikut adalah Pengumuman juara grand final Peringkat: 1. Unnes 2. Trisakti 1 3. Trisakti 2 4. UAJY 2 5. Undip 6. Binus Selamat untuk Kontingen Manajemen Unnes pertahankan prestasimu, teruskan kaderisasi untuk kontingen UNSSAF berikutnya  dan jadikan FE UNNES JUARA!!!! 
Sumber: http://manajemen.unnes.ac.id/?p=1577

Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here