Skip to main content

Private Placement

       


       Pada dasarnya, private placement adalah penempatan sejumlah modal tertentu dalam suatu perusahaan melalui pembelian asset/sekuritas dimana transaksi tersebut terjadi pada pasar negosiasi. Trasaksi ini dilakukan atas dasar kesepakatan yang dicapai antara emiten dan investor, sedangkan sekuritas hanya sebagai perantara saja supaya transaksi yang telah disepakati tidak terjadi gagal serah atau gagal bayar. Tindakan private placemen sering dilakukan oleh para emiten untuk dapat menjual sahamnya diatas harga pasar atau dilakukan oleh para investor untuk mendapatkan saham yang diinginkannya dibawah harga pasar sesuai dengan hasil negosiasi kedua belah pihak.            Selain untuk alasan tersebut, private placement juga sering dijadikan emiten sabagai cara yang ditempuh untuk memperbaiki laporan keuangan/ kondisi keuangan salah satunya untuk meningkatkan liquiditas perusahaan serta dari sisi transaksi di pasar modal, dilakukan untuk meningkatkan liquiditas transaksi (seperti pada kasus astra pada Mei 2013), karena semakin banyak saham yang beredar maka volume transaksi harian juga cenderung akan meningkat.           
Namun, yang perlu kita pahami bersama adalah bahwa private placemen terjadi pada pasar negosiasi, bukan pasar sekunder sehingga transaksi yang berhasil terjadi di tingkat harga berapapun dan sebanyak apapun tidak akan mempengaruhi harga saham di pasar sekunder. Yang membuatnya berpegaruh adalah faktor psikologis dari para investor di pasar sekunder yang seringkali menganggap aksi private placement akan membuat harga saham mampu mencapai tingkat harga psikologis tersebut. Hal inilah yang membuat aksi beli atau aksi jual dilakukan, dimana pada akhirnya akan membuat harga saham di pasar sekunder dapat benar-benar menyentuh level tersebut. Atau, bisa juga harga dapat mencapai level tersebut karena permainan para investor modal besar yang biasa disebut sebagai bandar melakukan pembelian ataupun penjualan dalam jumlah yang signifikan yang dapat mempengaruhi arah market, sehinngga level psikologis tersebut benar-benar dapat tercapai. 

Investpedia.-

Comments

Popular posts from this blog

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Selamat Bergabung Unssaf 2020!

Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh peserta  Open Recruitment  (Oprec) Staff Professional Unssaf 2020 atas partisipasi yang begitu luar biasa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Apapun hasilnya kalian tetap menjadi keluarga besar dari Unssaf. Bagi yang belum berkesempatan menjadi Staff Professional Unssaf tahun 2020, jangan berkecil hati, karena wahana untuk belajar Pasar Modal sangat luas dan Unssaf sangat terbuka bagi siapapun yang ingin belajar materi tentang Pasar Modal. Tak lupa kami ucapkan selamat kepada peserta yang telah lolos seleksi! Berikut adalah daftar Staff Professioinal UNSSAF 2020 : No Nama  Jurusan  1 M. Rizaludin Hasan Manajemen 2018 2 Abdul Chotib Nasih Manajemen 2018 3 Adi Sora Maskus Ginting  Manajemen 2019 4 Akbar Rizky Saputra  Manajemen 2019 5 Almarshanda Dienta Endriyanti  Manajemen IUP 2019 6 Amelia Inka Lita Akuntansi 2018 7 Ananda D