Skip to main content

Yuk Nabung Saham

Hallo sobat investor,
Taukah kalian mengenai Yuk Nabung Saham?
Kegiatan yang baru diterbitkan olehBursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Otoritas Jasa keuangan (OJK) terbaru ini adalah gerakan untuk meningkatkan minat masyarakat mengenai investasi dengan nama “Yuk Nabung Saham”. Yuk Nabung Saham merupakan kegiatan investasi saham yang sifatnya rutin seperti setoran menabung bulanan. Kegitan ini diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada saat Investor Summit tanggal 12 November 2015.
Yuk Nabung Saham ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan investor  di Indonesia mengingat jumlah investor saham domestik masih sangat terbatas, sedangkan untuk melihat suatu negara tergolong maju atau tidak, tidak bisa hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan perndapatan perkapita, tetapi juga dilihat dari investasinya.
Melalui pasar modal masyarakat dapat menginvestasikan dananya langsung kepada perusahaan untuk menambah modal dalam pembangunan.
Unnes Stock Exchange Study Forum (UNSSAF) merupakan sebuah kelompok studi yang mengkaji dan membahas dunia pasar modal. Ini merupakan langkah nyata yang akan dilakukan UNSSAF untuk menampung antusias mahasiswa dalam hal investasi.

Hal ini didukung dengan program Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang yang akan menyelenggarakan kegiatan “Yuk Nabung Saham” yang dilakukan dengan open account dan diikuti oleh mahasiswa dan dosen. Dengan akan diadakannya program tersebut harapannya, mahasiswa dan dosen khususnya fakultas ekonomi sadar akan pentingnya investasi, khususnya investasi di pasar modal.
 

Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here