Monday, 26 January 2015

Trading Limit Bukan Margin Trading


Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin).

Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual saham miliknya. Jika dalam waktu yang ditentukan nasabah tidak mampu menambah dana atau tidak melakukan penjualan sahamnya, maka perusahaan Efek berhak untuk melakukan penjualan paksa atas saham yang dimiliki nasabah (Forced Sell). 

Guna meminimalkan resiko Margin Call yang dapat berujung pada Forced Sell, maka dikembangkan sistem Trading Limit. Dalam trading limit juga dikenal pinjaman dan jaminan seperti yang terdapat di Margin Trading. Pinjaman dikenal dengan Multiplier dan jaminan dikenal dengan Shares Valuation minus Haircut. Hal yang membedakan Fasilitas Margin dengan Multiplier adalah jika Fasilitas Margin dapat digunakan 100% oleh nasabah, maka besarnya Multiplier yang dapat digunakan tergantung pada besarnya Haircut saham. Haircut saham adalah pengurang nilai saham yang ditentukan dari berbagai faktor, misalnya adalah kondisi keuangan perusahaan penerbit saham. 

Maximum Remaining Limit adalah besarnya dana maksimal yang dapat digunakan oleh Nasabah untuk membeli saham yang nilainya tergantung dari nilai Total Cash Balance, Shares Valuation dan Haircut dari saham-saham tersebut. Maximum Remaining Limit dihitung dengan menggunakan rumus berikut : 

Maximum Remaining Limit = Total Cash Balance + Total Cash Balance + Shares Valuation - Haircut 

Permasalahan yang seringkali timbul terkait dengan nilai Max. Remaining Limit adalah Nasabah tidak dapat melakukan pembelian saham padahal nilai total Buy Order tidak melebihi nilai Max. Remaining Limit. Contohnya Mr. Timo memasukan Buy Order atas saham XYZA sebanyak 13 lot pada harga Rp1,200/ lembar saham. Nilai total Buy Order (termasuk Buy Fee) untuk saham XYZA tersebut sebesar Rp1,562,340. Setelah mengkonfirmasi Order tersebut, Mr. Timo memperoleh pemberitahuan bahwa Buy Order ditolak karena tidak cukup dana, padahal nilai Max. Remaining Limit yang tercatat di Portofolio Mr. Timo sebesar Rp2,000,000. Hal ini terjadi karena nilai Max. Remaining Limit yang dapat digunakan tergantung pada besarnya nilai Haircut dari saham yang akan dibeli. Contoh dari kasus yang dialami Mr. Timo, saham XYZA ternyata memiliki Haircut sebesar 75%, maka besarnya Total Cash Balance kedua yang dapat digunakan hanya sebesar (1 - %Haircut saham XYZA). 

Maximum Remaining Limit = Total Cash Balance + [(1-65%) X Total Cash Balance] + (Shares Valuation - Haircut) 

Jika nilai Total Cash Balance Mr. Timo sebesar Rp750,000 dan nilai Shares Valuation - Haircut sebesar Rp500,000, maka nilai Max. Remaining Limit yang dapat digunakan Mr. Timo untuk membeli saham XYZA adalah sebesar : 

Maximum Remaining Limit = 750,000 + [(1-75%) X 750,000] + 500,000 = Rp1,437,500 

Karena nilai Max. Remaining Limit yang dapat digunakan untuk membeli saham XYZA hanya sebesar Rp1,437,500 sementara nilai total Buy Order Mr. Timo adalah sebesar Rp1,562,340, maka Buy Order tersebut ditolak oleh sistem.


Sumber: Profits Buletin

Sunday, 25 January 2015

Info Tentang Anggota Unssaf


Thursday, 22 January 2015

Wajah Baru Punggawa Unssaf 2015



Salam Investor!

Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh peserta Open Recruitment (Oprec) Fungsionaris Unssaf 2015 atas partisipasi yang begitu luar biasa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Apapun hasilnya kalian tetap menjadi keluarga besar dari Unssaf. Dimohon untuk yang diterima menjadi fungsionaris agar datang pada kumpul perdana pada Hari Sabtu, 24 Januari 2015 pukul 7.30 WIB di depan gedung C3 FE Unnes. Bagi yang belum berkesempatan menjadi fungsionaris Unssaf tahun 2015, bisa mendaftar menjadi Anggota Unssaf tahun 2015 dengan mengisi formulir secara online.

Berikut nama-nama yang terpilih menjadi fungsionaris Unssaf Periode 2015


  1. Adnan Abdul Safii
  2. Endang Pujiati
  3. Dimas Haryoseno
  4. Benteng Ali Rahmat
  5. Eko Adit Wicaksono
  6. Nur ikhsan
  7. Wakhid Arifin
  8. Hendi Purnomo.
  9. Muhammad Yoga Adhi Pratama
  10. Galang Hutriadi
  11. Aris Widodo
  12. M. Ali Fahmi Arsyad
  13. Aditya purna Nugraha
  14. Ina Risqiana
  15. Desi Septiana.
  16. Nur Prastiyo
  17. Annisa Norma Sari
  18. Rizky KumalaSari Zamroni
  19. Annisa Rachmawati
  20. Fajar Setiaji
  21. Yulia Wijayanti
  22. Amaliatus Soliha.
  23. Laksmita Diani Putri
  24. Dian Ariani
  25. Kholid Mawardi
  26. Triyansari
  27. Chakimatuzzahro
  28. Abdelaziz Ahmed  Abdillah
  29. Istikhanah.
  30. Uttono Bagus Septiawan
  31. Fina Ismawati
  32. Ola Ranti Dewi
  33. Tubagus Fahmi
  34. Huda Arifatul Wahda
  35. Muhazimah.
  36. Akhmad Nuranyanto
  37. Galuh Chajar
  38. Kresno Zuifanizy
  39. Nely Sya’adah
  40. Dwi Evi Setiyowati


    Selamat bagi yang terpilih, kami tunggu kontribusi Anda untuk satu periode kedepan!
    Info lebih lanjut silahkan menghubungi Rendy Irawan 089669320870
    Unssaf... POLPOLKE!

Rapat Umum Pemegang Suara (RUPS) Unssaf Periode Kepengurusan 2014


Rabu 21 Januari 2015 telah berlangsung Rapat Umum Pemegang Suara (RUPS) Unssaf Periode Kepengurusan 2014.

Pada acara tersebut dilakukan penandatanganan sertifikat BSO oleh Bapak Bambang Prishardoyo, SE Msi selaku Pembantu Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi, pembahasan perubahan AD/ART Unssaf.
Dilakukan juga pendemisioneran Direktur Unssaf 2014 Tri Ari Kurniatiningsih selanjutnya Direktur Unssaf 2015 dijabat oleh Rendy Irawan.

Board of Commisioner yang sebelumnya dijabat oleh:
1. Bernanto Pardosi
2. Hendy Guntur Saputra
3. Hamid Ariffatah
4. A Muhamad Jazuli
5. Kristian Hadi Wijaya

Digantikan oleh:
1. Masadi
2. Tri Ari Kurniatiningsih
3. Fitri Yulianti
4. Ardi Cahyanto
5. M Miqdas Falakhi

Pada kepengurusan periode 2015 ini juga ditambah Komisaris Independen yang dijabat oleh:
1. Aditiya Yudha Pratama
2. Sasi Romadanti

Semoga kedepannya Unssaf bisa lebih baik, amin

Unssaf Polpolke



Monday, 19 January 2015

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis





Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias.

Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Setelah menandai mana volume aktif dan pasif maka hal lain yang perlu kita pahami dan ketahui adalah KONSISTENSI. Nah konsistensi inilah yang paling sulit disamarkan oleh big money. Price, Volume, indikator, masih bisa disamarkan dengan bermacam trik, tetapi 'konsistensi' adalah kesulitan paling tinggi bagi price mover. Alasannya sederhana, dalam proses akumulasi, distribusi, mark up, atau mark down, price mover/ big money selalu mempunyai suatu TARGET, baik berupa target waktu atau target harga. Nah target waktu dan harga ini  tentunya dibatasi juga oleh jumlah uang/ size yang sudah di alokasikan untuk semua tahapan  tertentu, dan dari sanalah tercipta konsistensi tersebut.

Dari konsistensi tersebutlah maka kita belajar merangkai pergerakan harga, volume/size, dan konsistensi profile buyer/sellernya. Metode analisa ini paling mudah diterapkan dalam saham-saham bluechips atau penggerak indeks IHSG, namun sulit diterapkan pada saham-saham berjenis gorengan. Mengapa? karena pada saham-saham bluechips, kapitalisasi sahamnya besar dan size uangnya besar dan TENTUNYA konsistensi profile buyernya  lebih panjang sehingga lebih mudah bagi kita untuk mengenalinya. Sebaliknya pada saham gorengan hal ini sangat sulit, karena konsistensinya pendek.

Jadi dalam menganalisa bandarmologi tidak dapat semata-mata menganalisa volume saja lalu dengan cepat menyimpulkan suatu analisa. Dalam menganalisa saham, justru pada bagian inilah saya menganalisanya dengan waktu yang lebih lama dibanding menganalisa chart beserta indikatornya. Bagian ini adalah bagian terpenting, karena dari sinilah kita akan merangkai analisanya dengan chart hingga dapat memperkirakan suatu arah apakah saham akan naik atau turun. Tinggal selanjutnya menentukan " TIMING" nya. 

Saya akan berikan contoh : Kemarin pada hari kamis 1 Desember 2011, ada seorang pembaca blog bertanya pada saya melalui BBM tentang ASII, dan saya broadcast SELL, saat itu harga di kisaran 72300, padahal market sedang naik-naiknya, demikian pula dengan ITMG. Nah, akan tetapi mungkin banyak orang yang justru antusias membeli saham pada saat harga naik atau malah berharap akan naik lebih tinggi lagi. Pertanyaanya: Bagaimana saya dapat memperkirakan kemungkinan  ASII ITMG akan turun saat itu? sangat sederhana, karena saya melihat adanya suatu pihak yang secara konsisten melakukan penjualan justru saat pihak lain membeli di harga offer. Tentunya sebelum menganalisa konsistensi dan volumenya, kita sudah menganalisa dan mengingat di memory jauh hari sebelumnya  siapa-siapa yang terlibat penuh dalam saham-saham tersebut.

Kalau saja hanya dengan menganalisa volume dan kita dengan mudah menyimpulkan sesuatu, maka saya pikir trading saham bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan, dan dunia tidak akan banyak orang miskin, karena dengan mudah setiap orang mendeteksi pergerakan bandar hanya dengan hitung-hitungan matematika dan kesimpulan sederhana.

Pada saatnya nanti saya akan membuat suatu gathering bagi pembaca StockFortuner untuk menjelaskan hal ini  secara lebih spesifik di tahun 2012. Dan bagi anda yang menerima broadcast stockbuzz realtime blackberry, hendaknya belajar mencoba mencocokan stockbuzz tersebut dengan analisa anda, paling tidak sebagai bahan edukasi semata.

Dalam proses analisa saham, banyak faktor yang harus dipertimbangkan sehingga dapat dirangkai menjadi satu kesimpulan, namun dari sekian banyak faktor tersebut pada akhirnya menjadi suatu tehnik yang sederhana, dengan kata lain hal yang sederhana berawal/datang dari sesuatu yang kompleks dan detail. Contoh : Ketika seseorang menggunakan HP, alat elektronik, atau membeli rumah, tahukah anda bahwa semua itu melalui suatu proses pembuatan yang detail dan rumit. Kita hanya menikmati kesederhanaan dari suatu HP untuk berkomunikasi, padahal proses komunikasi tersebut selain ada rangkian elektronik pada  handset, juga ada proses receiver pada BTS/ menara pemancar gelombang, lalu diteruskan ke provider dalam bentuk data digital dst. Demikian pula dengan saham, konsep ini berlaku juga dalam semua aspek kehidupan pada umumnya. Segala sesuatu dimulai prosesnya dari sesuatu yang detail.

Semoga bermanfaat.



Tuesday, 6 January 2015

Section Magz#9

SECTION MAGZ#9
Januari 2015
Silahkan unduh sekarang



SECTION MAGZ#8
Agustus 2014
Silahkan unduh gratis sekarang


SECTION MAGZ#7
Juli 2014
Silahkan unduh gratis sekarang



SECTION MAGZ#6
April 2014
Silahkan unduh gratis sekarang



 SECTION MAGZ #5
November2013
Silahkan unduh gratis sekarang



SECTION MAGZ #4
Oktober2013
Silahkan unduh gratis sekarang



SECTION MAGZ #3 "Edisi Ramadhan"
Silahkan unduh gratis sekarang




SECTION MAGZ #2
Silahkan unduh gratis sekarang



SECTION MAGZ FIRST EDITION
Silahkan unduh gratis sekarang


Thursday, 1 January 2015

Open Recruitment Fungsionaris Unssaf Tahun 2015




Persyaratan:
  • Seluruh mahasiswa aktif Unnes
  • Maksimal semester 3
  • Berkomitmen tinggi
  • Datang & hadir saat litsus

Pendaftaran:
  • SMS dengan format: OPREC_NAMA_NIM_PRODI kirim ke: 089632789503 (Tri) / 08979662510 (Ian)
  • Mengisi formulir pendaftaran yang dapat diunduh di www.unssaf.or.id
  • Hadir pada saat litsus dengan membawa formulir yang telah diisi dan ditempel foto

Litsus: 
  • 10-11 Januari 2015 di PKM Joglo Pukul 08.00-selesai

Formulir: Download