Monday, 19 August 2019

Desa Wisata Kandri Sadar Investasi






          Desa Kandri terletak di kecamatan Gunung Pati, berada di ujung barat kota Semarang. Jika diakses menggunakan kendaraan pribadi kurang lebih 30-45 menit dari pusat Kota Semarang. Desa Wisata Kandri juga memiliki obyek wisata yang sering dikunjungi oleh beberapa wisatawan lokal, yaitu ada Goa Kreo dan juga Waduk Jatibarang serta berbagai piilihan wisata dengan slogan “Kandri WAE (Wisata Adventure Edukasi)” dimana terdapat berbagai paket wisata jelajah desa, pelatihan pembuatan kuliner olahan khas desa, seni dan budaya.
          Berkat kemajuannya menjadi desa wisata memberikan efek bagi masyarakat sekitar dalam hal peningkatan taraf hidup perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Desa wisata membuka peluang bagi masyarakat dengan membentuk suatu UMKM atau berbagai unit bisnis lainnya
sehingga masyarakat memperoleh active income dari kegiatan bisnisnya. Akan tetapi, pada dewasa ini untuk menghadapi kemajuan teknologi dan informasi serta adanya monster yang disebut “inflasi” sehingga active income saja tidaklah cukup untuk menunjang kesejahteraan masyarakat dimasa yang akan datang. Perlu adanya pasive income untuk menunjang perekonomian masyarakat dengan cara melakukan kegiatan investasi. “Pasive income sangatlah diperlukan untuk mencapai financial freedom dimasa yang akan datang,” ujar Nurayanto selaku trainer dari PT. Bursa Efek Indonesia.
          Masyarakat desa pada khususnya sangatlah rentan terjebak pada penipuan berkedok investasi atau yang biasa dikenal dengan “Investasi bodong”. Hal tersebut bisa terjadi karena kurangnya literasi keuangan masyarakat sehingga mudah tergiur iming – iming investasi dengan imbal hasil yang cenderung tidak realistis. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Alternatif 2A Universitas Negeri Semarang bekerjasama dengan PT. Bursa Efek Indonesia dan PT. Phintaco Sekuritas melakukan edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan dan investasi pada masyarakat di kelurahan Kandri. “Peningkatan literasi pasar modal pada masyarakat desa sangatlah penting untuk mencegah terjerumusnya masyarakat pada penipuan berkedok investasi,” ujar Fanny Rifqi El Fuad selaku kepala PT. Bursa Efek Indonesia KP Jawa Tengah 1.
          Di era industri 4.0 dimana perkembangan teknologi dan informasi sangatlah pesat, investasi saham di pasar modal sedang menjadi tren dalam kehidupan masyarakat dibandingkan dengan investasi pada instrumen lain seperti tanah, properti, emas, dan logam mulia lainnya. “Investasi saham di pasar modal dapat lebih menguntungkan jika masyarakat lebih mengenali saham tersebut baik dari sisi fundamental maupun risiko,” ujar Nico Pracahya selaku trainer PT. Phintraco Sekuritas.

Mohammad Mahendrayana / KKN Alternatif 2A UNNES

No comments: