Skip to main content

Susul Prestasi Juara Trading Competition



Semarang - Satu perwakilan tim dari Universitas Negeri Semarang yang merupakan anggota Unnes Stock Exchange Study Forum (UNSSAF) yaitu tim Winchamp yang beranggotakan Abdul Chotib Nasih (Manajemen 2018) dan Gregorio Guntur Pratama (Manajemen 2018) berhasil menyabet juara 3 di ajang Borneo Online Trading Competition (BOTC) pada Senin, 27 april 2020. BOTC ini adalah lomba pasar modal yang diadakan oleh Universitas Palangkaraya yang terletak di Kalimantan Tengah.

            Serangkaian lomba BOTC ini dilakukan secara online mengingat saat ini keadaan sedang tidak baik baik saja dikarenakan pandemi COVID-19. Lomba tahap pertama yaitu online trading yang dilaksanakan pada tanggal 17-21 April 2020. Ini menjadi seleksi awal peserta dengan cash balance tertinggi. Pada tahap itu tim Winchamp berhasil lolos ke babak Final. Uniknya di BOTC kali ini para finalis tidak lagi membayar biaya registrasi lanjutan, jadi hanya cukup membayar biaya awal saat pendaftaran. Selanjutnya, para finalis membuat paper analisis saham dan membuat power point untuk dipresentasikan di babak Final.

            Di babak Final, para finalis melakukan presantasi dengan aplikasi Team Link dan juga mengikuti tes pengetahuan pasar modal dengan aplikasi yang sama. Setelah semua finalis mengikuti tahap perlombaan, para juri melakukan penilaian dan mengumumkan nama nama pemenang secara online melalui akun Instagram official. Dan hasilnya tim Winchamp dari UNNES berhasil meraih juara 3 dan berhak mendapatkan uang pembinaan senilai Rp1.500.000 dan sertifikat. Sedangkan juara 1 dan 2 diraih oleh tim dari Universitas lambung Mangkurat dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Untuk sekedar informasi, sebenarnya tim Winchamp dari UNNES bisa meraih juara 1 di BOTC 2020. Tetapi karena tim Winchamp telat dalam mengumpulkan paper analisis saham, jadi dikenakan hukuman berupa pengurangan point diakhir penilaian. Dan alhamdulillah masih bisa meraih juara 3.

Comments

Popular posts from this blog

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Desa Wisata Kandri Sadar Investasi

          Desa Kandri terletak di kecamatan Gunung Pati, berada di ujung barat kota Semarang. Jika diakses menggunakan kendaraan pribadi kurang lebih 30-45 menit dari pusat Kota Semarang. Desa Wisata Kandri juga memiliki obyek wisata yang sering dikunjungi oleh beberapa wisatawan lokal, yaitu ada Goa Kreo dan juga Waduk Jatibarang serta berbagai piilihan wisata dengan slogan “Kandri WAE (Wisata Adventure Edukasi)” dimana terdapat berbagai paket wisata jelajah desa, pelatihan pembuatan kuliner olahan khas desa, seni dan budaya.