Skip to main content

Belajar Design Lewat Creative Corner

 


Semarang – Creative Corner (CC) merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh department Sistem Informasi Manajemen (SIM) Unssaf. Kegiatan ini bertujuan menyediakan sarana pembelajaran atau praktik seputar editing (design grafis) untuk para staff pro Unssaf. Kegiatan dilaksanakan pada 29 Oktober 2020 secara online, dan Fitriana Abdul Hanif staff pro SIM 2020 sebagai penanggung jawab dari acara tersebut.

Acara ini diisi dengan penyampaian materi design oleh Rico Priandana sebagai speaker dalam acara Creative Corner, Ia juga menjabat manajer SIM 2018 serta BOC 2019. Pokoknya speaker yang satu ini jangan diragukan lagi soal praktik edit mengedit dengan AI.  Dalam kesempatan ini mas Rico menyampaikan materi design tentang cara menggunakan aplikasi Adobe Ilustration (AI). Materi diawali dengan pengenalan tools pada AI lalu menjelaskan bagaimana cara membuat gambar poster, jika staff pro Unssaf 2020 masih bingung dan ingin menanyakan caranya maka pertanyaan sangat terbuka bagi staff yang belum atau kurang paham.

Selain praktik menggunakan AI, para staff pro Unssaf juga membuat gambar design menggunakan aplikasi yang sudah diajarkan, lalu hasilnya dikumpulkan dan tiga hasil design terbaik mendapatkan vocer Gopay dari panitia acara Creative Corner. Pemenang dari tiga design terbaik diumumkan pada Instagram Story Unssaf.

Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari panitia penyelenggara kepada speaker serta foto virtual bersama. Harapannya dari pelaksanaan kegiatan Creative Corner , semua staff paham dalam mendesign dan menyadari bahwa mendesign itu menyenangkan serta tidak serumit yang dibayangkan. Semoga ilmu yang diberikan oleh department SIM 2020 dapat berguna dan bermanfaat untuk teman-teman staff pro Unssaf 2020. See you on Creative Corner 2021.


Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here