Skip to main content

Berhasil Membawa Juara pada Lomba Poster Video

 

    Pada masa pandemic ini banyak mahasiswa menghabiskan waktunya dengan hal hal yang lebih produktif dan sehat, tetapi berbeda dengan mahasiswa dan mahasiswi anggota unssaf ini . Mereka megikuti LOBSTER (LOMBA DESAIN POSTER) yang bertema “Muda Kreatif Dalam Membangun Produk yang Inovatif”. Mahasiswa yang sering dipanggil Hatta dan Dinda berhasil mendapat juara 3 poster video.

     Mahasiswa – mahasiswi ini bernama lengkap Ermasi Hatta Muhammad asal Batang, Jawa Tengah dan Dinda Novianti asal Semarang, Jawa tengah. Anggota Staff Unssaf Universitas Negeri Semarang. Lomba ini dilaksanakan selama satu minggu dan berkerjasama sebagai tim untuk membuat video dan poster. Sebagai mahasiswa dan mahasiswi mengikuti lomba LOBSTER dengan batas waktu satu minggu ini juga harus mengerjakan tugas pokok sebagai mahasiswa. Mereka berdua tidak kesulitan walaupun tugas yang diberikan dosen kala itu cukup banyak.” Kesulitan si enggak, cuma waktunya. Karena pas itu lagi banyak tugas juga” ujar pemuda asal Batang ini. Tambahnya “Kami bedua sangat senang  dan tidak menyangka bahwa mereka berdua memenangkan lomba ini”

     Hatta dan Dinda ini Mendesain poster tersebut dengan menggunakan software photoshop dengan design vector perempuan berjilbab yang menggunakan masker batik dipadukan dengan warna hijau dan merah sebagai warna mayoritas dan coklat sebagai warna backgroundnya. Design ini sangat simple dan tidak terlalu rame sehingga ringan di mata.

    Mereka berpesan kepada mahasiswa dan mahasiswi yang ingin mengikuti lomba desain grafis dan video agar “Berani mencoba dan berani gagal, percuma bila punya kemampuan tapi tidak ada kemauan dan keberanian. Untuk ide kreatif setiap orang beda beda, banyakin refrensi aja”. ”prosesnya ya banyak latihan dan coba coba, pasti ntar ada hasilnya cuma waktunya aja yg beda” tambah Mahasiswa Fakultas Ekonomi ini.


Comments

Popular posts from this blog

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Desa Wisata Kandri Sadar Investasi

          Desa Kandri terletak di kecamatan Gunung Pati, berada di ujung barat kota Semarang. Jika diakses menggunakan kendaraan pribadi kurang lebih 30-45 menit dari pusat Kota Semarang. Desa Wisata Kandri juga memiliki obyek wisata yang sering dikunjungi oleh beberapa wisatawan lokal, yaitu ada Goa Kreo dan juga Waduk Jatibarang serta berbagai piilihan wisata dengan slogan “Kandri WAE (Wisata Adventure Edukasi)” dimana terdapat berbagai paket wisata jelajah desa, pelatihan pembuatan kuliner olahan khas desa, seni dan budaya.