Skip to main content

Pengumuman Staffpro Unssaf 2021


    Selamat kami ucapkan kepada peserta yang telah diterima menjadi Staffpro Unssaf 2021 dan juga selamat bergabung dengan keluarga besar Unssaf 2021. Terima kasih kepada seluruh peserta Open Recruitment (Oprec) Staffpro Unssaf 2021 atas partisipasinya yang luar biasa untuk mengikuti kegiatan ini. Apapun hasilnya, pasti itu adalah yang terbaik dan kalian akan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Unssaf. Bagi yang belum berkesempatan manjadi bagian dari Staffpro Unssaf 2021, jangan pernah berkecil hati, karena wahana untuk belajar Pasar Modal sangat luas dan Unssaf sangat terbuka bagi siapapun yang ingin belajar materi tentang Pasar Modal. 

Terima kasih dan tetap semangat!


 

DAFTAR STAFF PROFESSIONAL UNSSAF 2021

No

Nama

Jurusan

1.

Ahmad Faishal Firmansyah

Manajemen 2020

2.

Akbar Rizky Saputra

Manajemen 2019

3.

Akhdan Surya Saputra

Akuntansi 2020

4.

Alan Dharma Saputra

Akuntansi 2020

5.

Andika Wisnu Widodo

Manajemen 2019

6.

Aninda Sastranita Y

Akuntansi 2019

7.

Anisa Sulistyowati

Manajemen 2020

8.

Asep

Manajemen 2019

9.

Berda Zayyinul Zidan

Akuntansi 2019

10.

Crisna Gabriel Octavilona Napitupulu

Pendidikan Ekonomi Koperasi 2019

11.

Dhea Putri Amalia

Manajemen 2020

12.

Elvina Reviananda Putri

Ekonomi Pembangunan 2020

13.

Ermasi Hatta Muhammad         

Akuntansi 2019

14.

Ezra Novita Margaretta Hutabarat

Manajemen 2020

15.

Fadhlan Banny Firmansyah

Manajemen 2020

16.

Hening Widya A

Manajemen 2019

17.

Herlina Andri Astuti

Manajemen 2019

18.

Imam Taufiq

Manajemen 2020

19.

Intan Nuraeni

Manajemen 2020

20.

Karistra Fathur Pryarindra

Ekonomi Pembangunan 2020

21.

Khannihda Atsirotul Ulya

Pendidikan Ekonomi 2019

22.

M. Khirzudin Febriansyah

Akuntansi 2019

23.

Meisya Yusfita

Akuntansi 2020

24.

Mohammad Fatahullah

Manajemen 2019

25.

Muhamad Najmi Fauzan Firdaus

Ekonomi Pembangunan 2020

26.

Muhammad afiq vidianto

Manajemen 2019

27.

Mufid Akbar

Akuntansi 2019

28.

Mochammad Fa'iq Bahauddin

Pendidikan Ekonomi Administrasi Perkantotran 2019

29.

Mustika Maharani

Pendidikan Ekonomi Akuntansi 2020

30.

Nabiliana Anita Fitri                 

Akuntansi 2019

31.

Niken Anida Putri

Akuntansi 2020

32.

Nurul Jumnatha Fajar Nofitasari

Manajemen 2020

33.

Putri Hesmalia Ayu Wardanti

Manajemen 2020

34.

Putri Mustika S

Manajemen 2020

35.

Raffi Hemas Anggoro

Manajemen 2020

36.

Ressandi Dzaky Panuntun        

Akuntansi 2020

37.

Rifadeni Ainur Rasyid

Manajemen 2019

38.

Regita Alzarinna

Manajemen 2019

39.

Septiana Wahyuputri Sejati

Manajemen 2019

40.

Silvi Setianingrum

Akuntansi 2019

41.

Siti Nuryanah

Manajemen 2020

42.

Siti Nur Kholisatus Sa'adah

Pendidikan Ekonomi 2020

43.

Umy Zahrotun Nisa

Akuntansi 2019

44.

Vicky Emilia Hidayat

Manajemen 2020

45.

Winda Audrey Arisanti

Akuntansi 2019

46.

Wahyu Renda Putri      

Manajemen 2019

47.

Yoga Iwa Saputra

Akuntansi 2020

48.

Yohana Martha Thresia

Manajemen 2019

49.

Yuan Daniel Tegar Saputra

Ekonomi Pembangunan 2020

50.

Zahra Fara Kamila

Akuntansi 2020


Sampai jumpa ditemu perdana!

Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual