CONTACT

contact form

        Hari Raya Idul Fitri atau yang sering disebut dengan kata lebaran menjadi momen yang ditunggu-tunggu bagi seluruh umat muslim, khususnya di Indonesia. Libur lebaran menjadi salah satu libur terpanjang yang terjadi setiap tahun, momen ini memicu adanya tradisi yang rutin dilakukan oleh mayoritas masyarakat di Indonesia. Tradisi tersebut antara lain yaitu mudik yang tahun ini diperbolehkan kembali oleh pemerintah setelah dua tahun kemarin adanya larangan mudik dengan maksud pembatasan mobilitas karena masih tingginya kasus covid-19.    

        Tradisi lain yang tak kalah ditunggu-tunggu yaitu pembagian THR (Tunjangan Hari Raya). THR merupakan pendapatan di luar gaji pokok yang wajib diberikan oleh setiap perusahaan kepada karyawan menjelang hari raya keagamaan. Sebagaimana tercantum dalam  Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 6 Tahun 2016 terkait Tunjangan Hari Raya Keagamaan untuk para pekerja atau buruh perusahaan. Dengan dikeluarkannya kebijakan pelonggaran pembatasan mobilitas akan meningkatkan jumlah pengunjung mall, karena mall menjadi salah satu alternatif untuk menghabiskan waktu bersama keluarga ditambah banyak film layar lebar yang dirilis setelah Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

        Dengan adanya pembagian THR dan banyak masyarakat yang memanfaatkan momen libur lebaran dengan mengunjungi kampung halaman serta bertamasya dengan keluarga, maka terdapat beberapa sektor yang berpotensi diuntungkan, seperti sektor ritel, konsumer, perbankan dan transportasi. Sektor ritel Rekomendasi emiten pada sektor ritel seperti CTRA, saham sektor transportasi seperti JSMR, sektor perbankan BMRI sedangkan sektor konsumer seperti MYOR.

PT. Ciputra Development Tbk (CTRA)

Emiten CTRA bergerak dibidang properti dan pusat perbelanjaan. Dilihat dari analisis teknikal menggunakan indikator MACD sudah terjadi golden cross, perkiraaan buy pada rentang harga 1045-1070, untuk TP pada range 1120-1180. Untuk CL range 1025-1015.

Sumber : Tradingview.com emiten CTRA

PT. Jasa Marga Tbk (JSMR)

Dengan tingginya masyarakat yang mudik tentu saja emiten yang bergerak di bidang penyedia layanan tol ini mengalami sisi positifnya. Pada emiten JSMR jika dilihat menggunakan MA 20 harga masih berada di atas rata-rata. Dan jika dilihat menggunakan indikator MACD sudah terjadi golden cross. Spekulasi buy di range 4020-4035, untuk TP 1 di range 4200-4250, dan TP 2 di range 4400-4490.

Sumber : Tradingview.com emiten JSMR

  PT. Bank Mandiri Tbk (BMRI)

Pada tanggal 28/04/2022, emiten BMRI mengalami volume yang besar dan mengakibatkan adanya gap sehingga pada saat closing harga saham ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dilihat menggunakan indikator stochastic terjadi adanya golden cross. Begitu juga dengan MACD sudah terjadi adanya golden cross, sehingga menarik sekali untuk tetap buy. Spekulasi harga buy pada range 8850-8950 dan TP di range 9100-9200.

Sumber : Tradingview.com emiten BMRI

 Walaupun emiten di atas menarik untuk dibeli, sebagai orang yang bijak tetaplah untuk menganalisis dan melihat kembali prospek kedepannya. Karena risiko tetap menjadi tanggung jawab diri sendiri.

DISCLAIMER ON!



2 comments:

Alan said...

sangat berguna berita yang disajikan👍🏻 jadi tidak sabar menunggu pasar buka besok Senin

Unssaf said...

thank you!! semoga porto senin nanti cantik ya