Window dressing masih dibayangi sentimen negatif, Konsumer non-cyclicals menjadi pilihan saham yang tahan banting

             Menjelang tutup tahun 2022, pasar saham akan segera memasuki musim window dressing. Pada musim ini manajer investasi akan berupaya untuk mempercantik portofolio dengan meningkatkan nilai saham agar laporan keuangan akhir tahun dari perusahaan terlihat lebih baik. Pada kondisi anomali yang terjadi setiap tahun ini, para investor dapat memanfaatkannya untuk memperoleh keuntungan karena saat window dressing akan terjadi penguatan nilai dari mayoritas emiten saham.

Meski masih dibayangi oleh beberapa sentimen negatif, namun IHSG dirasa optimis akan naik menyentuh all times high yaitu pada angka 7.400 didukung oleh kondisi ekonomi Indonesia yang mulai pulih dan menunjukkan pertumbuhan yang positif. Dilihat dari data history selama 10 tahun kebelakang, IHSG memang mengalami penurunan pada bulan November namun akan kembali mengalami penguatan pada bulan Desember. Saham-saham yang berpeluang terjadinya window dressing adalah saham yang memiliki kapitalisasi atau market cap yang besar, seperti saham bluechip LQ45.

Per hari Kamis (3/11/2022) IHSG berhasil bangkit ke zona hijau setelah pada pembukaan mengalami koreksi. Mengutip dari RTI, indeks  ditutup naik 0,27% atau 18,88 poin ke level 7.034,57. Tercatat 252 saham naik, 256 saham turun dan 163 saham stagnan. Total volume perdagangan 13,87 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai 6,99 triliun. Sebanyak Sembilan indeks sektoral menopang laju dari penguatan IHSG karena mayoritas saham yang mengalami penguatan nilai.

Indeks konsumer non-cyclicals menjadi salah satu sektor penyumbang gerak positif dari laju IHSG. Sederet saham pada sektor ini terlihat masih mampu bertahan ditengah bayang-bayang dari lonjakan inflasi dan berbagai gejolak ekonomi. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar output hasil produksi perusahaan merupakan barang kebutuhan pokok yang akan selalu dibeli oleh masyarakat. Berdasarkan survey konsumen Bank Indonesia pada September 2022, proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (Average Propnsity to Consume Ratio) meningkat menjadi 74,8%. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2022 berada pada level 117,2, berdasarkan data tersebut tentunya menunjukkan indikasi optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi.

 ICBP (PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk)

Sumber: TradingView dan estimasi penulis

        Kondisi ICBP dalam keadaan uptrend sejak pertengahan April 2022 yang berpotensi masih akan berlanjut yang diperkuat oleh pergerakan harga saham masih berada diatas moving average 20 dan 50 yang cocok untuk melakukan investasi jangka menengah. Pada gambar terlihat ICBP memang mengalami penurunan pada nilai saham sejak beberapa hari yang lalu, hal tersebut terjadi sebagai koreksi menentukan posisi support baru untuk selanjutnya melanjutkan uptrend. Untuk mengikuti skenario optimis seperti pada gambar, kita bisa buy on support I pada range harga 9.500-9.600. Jika tidak mampu bertahan pada area support tersebut, maka disarankan untuk melakukan cutloss terlebih dahulu kemudian bisa entry pada area support II yaitu pada range harga 9.000. Apabila ICBP mampu bertahan pada area support tersebut, maka saham ini berpeluang melanjutkan bullish rally-nya menuju target di 9950.

Disclaimer: Informasi yang diberikan hanya untuk berbagi bukan ajakan untuk membeli, tetap analisa sesuai apa yang kita pahami masing-masing.

 

8 Comments

Fahrian Aldi Alfiansya said…
wihh mantap, terimakasih informasinya
Makasi infonya kak. PERSIAPAN PORTO🤑
Syfara said…
Apalagi banyak yg IPO 🤪
Anonymous said…
mantap
Fathur said…
Joss pertimbangan buy
Unknown said…
informasinya mantul ...
Anonymous said…
Mantap infonyaa