Skip to main content

Hubungi Kami

Jika ada pertanyaan, saran atau masukan, silahkan hubungi kami melalui:

Email           : kspm.unssaf@gmail.com
Facebook     : Unssaf
Twitter         : Kspm_unssaf
Instagram    : Kspm.unssaf
Youtube       : Unssaf Unnes

atau kunjungi kami di

Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia
Gedung L3 Lantai 1 Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Semarang
Kampus Sekaran, Gunungpati 50229

 

 

bekerja sama dengan:


Comments

MPSSOFT said…
Sunggu pembahasan yang bagus.
Berkaitan tentang hal tersebut, saya menyarankan anda untuk mencoba merapkan Sistem HR/Payroll/Penggajian di organisasi ataupun perusahaan anda mengunakan software APS HRD SYSTEM.

Untuk lebih memahami Anda juga dapat membaca artikel ini : Software HRD, Payroll dan Penggajian Terbaik 2017 Dan Best Payroll & HR Software In Indonesia.
Anonymous said…
tertarik dengan pasar saham thanks gan, nice share :)

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here