Skip to main content

Miris, Indonesia hanya mendapat Royalti 3,7 % Saja Dari Hasil Tambang, yang Sebelumnya hanya 1 %, MELEK MATA


Terkait renegosiasi dengan dua perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia, PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara yang menguras energi dan memakan waktu, akhirnya membuahkan hasil. Kedua perusahaan itu telah menyepakati kenaikan royalti yang diinginkan pemerintah.

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Thamrin Sihite, dua perusahaan tambang emas asal Amerika Serikat itu menyetujui besaran royalti jadi 3,75% dari sebelumnya hanya 1%.

Dia menambahkan, dengan kesepakatan itu akan diikuti oleh perusahaan tambang lainnya. Saya yakin yang lain juga akan setuju dengan point-point renegosiasi. Selain royalti, Freeport juga bersedia menyerahkan wilayah kerjanya yang masuk dalam Taman Nasional Lorentz, Papua. Namun luas wilyah Freeport tetap di atas 25.000 hektare (Ha)

Seperti yang kita ketahui bersama, dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba), diatur batasan wilayah kerja pemegang izin usaha pertambangan (IUP) mineral dan logam, maksimal 25.000 ha. Sedangkan untuk IUP operasi produksi batu bara 15.000 ha. Saat ini luas wilayah pertambangan milik Freeport mencapai 212.950 ha

Comments

Popular posts from this blog

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Desa Wisata Kandri Sadar Investasi

          Desa Kandri terletak di kecamatan Gunung Pati, berada di ujung barat kota Semarang. Jika diakses menggunakan kendaraan pribadi kurang lebih 30-45 menit dari pusat Kota Semarang. Desa Wisata Kandri juga memiliki obyek wisata yang sering dikunjungi oleh beberapa wisatawan lokal, yaitu ada Goa Kreo dan juga Waduk Jatibarang serta berbagai piilihan wisata dengan slogan “Kandri WAE (Wisata Adventure Edukasi)” dimana terdapat berbagai paket wisata jelajah desa, pelatihan pembuatan kuliner olahan khas desa, seni dan budaya.