Tuesday, 17 June 2014

Kunjungan Ke IDX Semarang



Hai hai. Unssaf habis jalan-jalan lho. Kali ini kita ke IDX, bahasa kerennya sih Company Visit to IDX. Kegiatan ini adalah bagian dari progja departemen Public Relation. Kalau kemarin SIM sudah memposting acara moving, di acara company visit ini kita belajar dan berdiskusi bareng Pak Fanny tentang analisis teknikal dan fundamental. Ada pelajaran tentang valuasi harga saham dan bagaimana menggunakan moving average guna menentukan keputusan akhir jual/beli saham.

Mau liat gimana serunya? yuk intip hasil jepretan berikut ini :D










Sunday, 15 June 2014

Unssaf Moving (Motivation and Sharing)



Yuhuuu, kembali lagi dengan UNSSAF yang baru aja ngadain acara MOVING yaitu acara departemen  HRD dengan kegiatan utama Motivation and Sharing. Kegiatan yang dilakukan Sunday morning tanggal 15 Juni 2014 ini kita anak-anak UNSSAF diajak jalan-jalan pagi, sarapan dan berbagai kegiatan pengakraban seperti games dan sharing. Dalam kegiatan sharing, ga hanya acara curhat lo, karena anak-anak UNSSAF berkomitmen penuh untuk selalu bertanggung jawab, kita juga mengadakan acara sharing diprogja alias progam kerja tiap departemen dan diskusi tentang event-event UNSSAF mendatang.


Yuk, kita ngintip gimana sih serunya acara MOVING ini, kita liat dari beberapa fotonyaaa :D














 

Friday, 6 June 2014

Defisit Neraca Transaksi Berjalan Bisa Naik Lagi

Headline





Bank Indonesia (BI) menyatakan defisit neraca transaksi berjalan atau current account defisit pada kuartal II 2014 akan tinggi. Defisit neraca transaksi berjalan kuartal pertama besarnya US$4,2 miliar atau 2,06% dari PDB.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan banyak faktor yang akan menaikan defisit neraca transaksi berjalan. "Ini akan dipengaruhi meningkatnya permintaan mendekati Ramadhan. Kenapa triwulan II naik, itu seasional," kata Perry di Jakarta, Jumat (6/6/2014).

Meningkat, ada faktor Ramadhan dan lain-lain. Dari sisi konsusmi kuat, investasi meningkat, produksi meningkat. Angkanya akan kita umumkan."

Perry menyebutkanalasan bisa current account defisit tinggi akibat dari kuartal II. Sebab kebutuham minyak masih tinggi. "Faktor di triwulan II itu ciri cirinya begini defisit tinggi,pertama dari sisi impor tinggi. Memang kuartal II meningkat dengan kegiatan ekonomi meningkat," katanya.

Kedua, Perry mengatakan adanya penurunan ekspor akibat permintaan China melambat serta dampak Undang-Undang larangan ekspor mineral. "Ekspor ada faktor non seasonal yang pengaruhi yaitu penurunan harga komoditas khususnya crude palm oil dan batu bara," katanya.

"Pelambatan permintaan tiongkok. Dan UU minerba kenapa ekspor nonmigas rendah. Impor non migas meningkat karena permintaan tinggi," katanya.

Sumber: ekonomi.inilah.com