Skip to main content

company visit to PT. Nippon Indosari Corpindo (IDX : ROTI)


Hai unssafers, temen-temen dari Public Relation Department (PR) baru aja melaksanakan program kerja ketiganya loh! Penasaran sama apa program ketiga dari PR? Simak terus ceritanya ya J
Tanggal 12 April kemarin temen-tmen PR baru aja merealisasikan program kerja ketiganya yaitu “Company Visit” atau orang sering bilang sih kunjungan industri. Nah kali ini kita berkunjung ke PT Nippon Indosari Corporindo, Tbk atau lebih dikenalnya dengan pabrik Sari Roti yang ada di kawasan industri Wijaya Kusuma Semarang. Tema dari kegiatan ini adalah “Networking is Not about Collecting Contact”. Maksudnya dalam mencari relasi itu kita ga cuma ngoleksi kontaknya aja, tapi kita berkunjung dengan baik melalui compny visit ini. Tujuan dari company visit itu sendiri adalah untuk mengetahui proses produksi dan manajemen perusahaan. Jadi pas banget nih, bagi temen-temen yang pengen beli saham dari perusahaan sari roti bisa jalan-jalan skaligus cari-cari informasi hehe.
Peserta compnay visit ini ga cuma dari PR doang loh, tapi temen-temen dari departemen lainnya di Unssaf juga banyak yang ikut, jadi totalnya ada 26 peserta. Sebelum berangkat kita kumpul dulu nih di PKM Joglo buat briefing, baru deh sekitar pukul 09.30 kita cus ke lokasi. Nah sampai sana kita ga boleh langsung masuk tapi disuruh baris dulu biar masuknya rapi dan teratur. Waah… serasa jadi anggota PBB loh kita hehe. Selama berada di lokasi pabrik, kita ga boleh bawa sampah ataupun foto-foto tanpa seizin dari pihak keamanan. Pokoknya ketat banget deh disana. Setelah semuanya siap, baru kemudian kita masuk ke aula. Disana kita disambut sama mba Uun  selaku staff marketing dari Sari Roti.
Acara pertama di aula adalah pengenalan produk Sari Roti yang disampaikan sama mb Uun sambil diputerin video tentang macam-macam produk Sari Roti. Nah setelah itu baru deh kita diajak keliling buat lihat proses produksinya. Unssafers tau ga sih, ternyata ruangan produksinya itu bersih banget, trus alat-alatnya juga dijamnin steril loh. Karena hampir semua proses produksi sudah menggunakan mesin-mesin canggih, jadi penggawainya dikit banget. Wah kalo semua pabrik pake mesin gini, pasti pengangguran tambah banyak nih hehe.  
Waktu keliling lihat proses produksi, kita dipandu sama mas Ari, beliau juga menerangkan serangkaian dari proses produksi. Tapi sayang banget nih, karena kita dapet jam berkunjung siang, jadinya kita cuma bisa lihat proses produksinya roti sobek. Itupun juga cuma proses pengeringan dan pengemasan aja. Dengerin penjelasan dari mas Ari sambil lihat roti-roti keliling di mesin-mesin ternyata bikin temen-temen Unssaf jadi laper hehe. Sabar ya temen-temen J. Setelah puas berkeliling kita balik deh ke aula buat bincang-bincang seru sama mb Uun. Pas sesi ini mb Uun jelasin kalo Sari Roti mau ekspansi ke Negara Filipina loh. Wow bagus banget nih prospeknya, barangkali bisa buat referensi bagi temen-temen yang mau beli sahamnya Sari Roti.
Setelah selasai sesi tanya jawab, direktur Unssaf yaitu mas Aditya Purna Nugraha pidato bentar sebagai perwakilan dari temen-temen Unssaf dan ngasih kenang-kenangan buat Sari Roti, trus lanjut deh foto-foto. Pas mau pulang, ternyata kita dikasih bingkisan yang isinya beberapa produk dari Sari Roti. Waah, lumayan nih dapet roti gratisan hehe.
Nah jadi gitu ceritanya, gimana? menarik banget kan? J Semoga di bulan berikutnya PR bisa ngadain kunjungan industri ke perusahan lainnya juga, biar relasi Unssaf tambah banyak. Oh iya Unssafers, progja PR kan masih banyak, jadi ikutin terus cerita kita ya J  Bye….

Comments

Anonymous said…
menarik sekali,, terimakasih atas informasinya.. sangat bermanfaat dan menambah wawasan tentunya.. thanks for sharing . nice post

ST3 Telkom

Popular posts from this blog

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Selamat Bergabung Unssaf 2020!

Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh peserta  Open Recruitment  (Oprec) Staff Professional Unssaf 2020 atas partisipasi yang begitu luar biasa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Apapun hasilnya kalian tetap menjadi keluarga besar dari Unssaf. Bagi yang belum berkesempatan menjadi Staff Professional Unssaf tahun 2020, jangan berkecil hati, karena wahana untuk belajar Pasar Modal sangat luas dan Unssaf sangat terbuka bagi siapapun yang ingin belajar materi tentang Pasar Modal. Tak lupa kami ucapkan selamat kepada peserta yang telah lolos seleksi! Berikut adalah daftar Staff Professioinal UNSSAF 2020 : No Nama  Jurusan  1 M. Rizaludin Hasan Manajemen 2018 2 Abdul Chotib Nasih Manajemen 2018 3 Adi Sora Maskus Ginting  Manajemen 2019 4 Akbar Rizky Saputra  Manajemen 2019 5 Almarshanda Dienta Endriyanti  Manajemen IUP 2019 6 Amelia Inka Lita Akuntansi 2018 7 Ananda D

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.