Skip to main content

Study banding Upgris ke Unnes


            Hay Unssafer, tau gak sih? Tanggal 9 April kemarin Unssaf kedatangan tamu dari Upgris (Universitas PGRI Semarang) loh. Ngapain sih mereka jauh-jauh dari Upgris ke Unnes yang jalannya naik-naik ke puncak gunung gitu? Hehe. Penasaran kan? Cek yuks….!
            Jadi ceritanya, temen-temen Upgris datang ke Unnes buat sharing-sharing sama temen-temen Unssaf terkait program kerja dari Unssaf. Mereka tiba di Unnes pukul 08.30. Teman-teman Unssaf  langsung menyambut kedatangan mereka di depan Gedung C6 dengan senang hati. Rombongan dari Upgris berjumlah 27 orang bersama dengan Bapak Dwi Prastiyo S.E., M.Si.  selaku pendamping. Tema dari acara ini sendiri adalah “Learning from Everyone, Folow No One”. Maksudnya apa sih? Jadi, makna dari tema ini adalah kita belajar dari semua orang tetapi dengan tidak mengikuti salah satunya. Kita mengambil hal-hal yang positif dari segala hal yang kita pelajari.
Acara sharing ini bertempat di C3 219 dan dimulai dengan sambutan  dari Bapak Dwi Prastiyo S.E., M.Si pembina Upgris, Bapak Kris Brantas Abimanyu pembina Unssaf, Ricky Indrianto ketua KSPM Upgris, dan terakhir sambutan Direktur Unssaf Aditya Purna Nugraha. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Unssaf terkait program kerja yang akan dilaksanakan setahun ke depan. Pemaparan awal disampaikan oleh Aditya Purna Nugraha selaku Direktur Unssaf kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing manajer dari setiap departemen. Dari Departemen HRD dipaparkan oleh Rizki Kumala Sari Z., Departemen SIM oleh Annisa Norma Sari, Departemen PR oleh Adnan Abdul Syafi’i, Departemen Event oleh Ina Rizqiyana,  Departemen Edukasi oleh Tubagus Fahmi, dan Departemen Investment oleh Fajar Setiaji.
Seusai pemaparan dari Unssaf, banyak banget pertanyaan dari teman-teman Upgris yang pengen tau lebih jauh lagi tentang progja-progja Unssaf. Ada yang tanya terkait edukasi, progja Departemen PR, progja Departemen Investmen, Departemen SIM, dan masih banyak lagi. Semua pertanyaan dari temen-temen Upgris dijawab oleh temen-temen Unssaf dengan jelas. Alhasil mereka puas dengan jawaban yang diberikan. Seusai pemaparan, ada open mic dari salah satu temen Unssaf yaitu Fatra Yudha Hadijaya. Dengan gaya kocaknya dan ciri khasnya yang usil, Fatra berhasil membuat seisi ruangan tertwa. Di akhir acara, ada foto bareng temen-temen Unssaf dan temen-temen Upgris dengan masing-masing pendamping. Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berjalan lancar dari awal sampai akhir.

 Nah.. jadi begitu ceritanya. Semoga besok-besok ada acara kayagini lagi ya? Biar rasa kekeluargaan antar KSPM se-Semarang semakin erat, bukan cuma antara temen-temen dari Upgris dan Unssaf. Buat temen-temen Upgris jangan kapok main ke Unnes yaa? See you next time JJ.

Comments

Anonymous said…
menarik sekali,, terimakasih atas informasinya.. sangat bermanfaat dan menambah wawasan tentunya.. thanks for sharing . nice post

ST3 Telkom

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here