Skip to main content

Unssaf On Teaching

 

Masih banyak anak muda atau pelajar yang masih beranggapan bahwa untuk memulai investasi butuh modal besar dan hanya dapat dilakukan oleh orang dewasa saja. Padahal, usia muda merupakan waktu yang tepat untuk mengumpulkan aset.

Sebagaimana kata pepatah, Investasi terbaik adalah waktu

Unssaf On Teaching merupakan salah satu agenda dari departemen Public Relation Kelompok Studi Pasar Modal Unnes Stock Exchange Study Forum (KSPM UNSSAF) yang dilaksanakan guna berbagi ilmu mengenai pasar modal. Pada kali ini, departemen PR berkesempatan untuk berkunjung ke SMK Bintang Nusantara beserta dengan Magang dan Staff lainnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari kamis, 26 November 2020 mulai dari pukul 07.30 WIB hingga 08.30 WIB yang dilaksanakan daring melalui Zoom Meeting. Sesuai dengan judul acara, dalam kegiatan ini kita diajarkan mengenai pentingnya berinvestasi sejak dini meskipun dengan nominal yang kecil.

Meskipun dilaksanakan secara daring, Antusiasme dari murid SMK Bintang Nusarantara sangatlah besar. Dengan dilaksanakannya acara Unssaf On Teaching ini, diharapkan generasi muda bisa melek investasi serta mengetahui manfaat pasar modal bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, Unssaf On Teaching bisa menjadi ajang untuk memupuk calon generasi penerus bangsa yang berkualitas. 

Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here