Skip to main content

Stockbit, Social Network Baru di Indonesia dan Dikhususkan Untuk Membahas Pasar Modal


Stockbit merupakan sebuah sosial network dimana dikhususkan untuk membahas tentang dunia pasar modal. Social Network ini sudah berjalan sejak Januari 2013, dan didirikan oleh Wellson Lo.
Wellson Lo

Stockbit memiliki tampilan yang menarik seperti media sosial pada umumnya. Dan ternyata Stockbit ini merupakan asli bikinan Indonesia. Sejak stockbit ini beroprasi, jumlah akun yang terdaftar mencapai 2.600 user dan dalam setiap harinya dikunjungi sekitar 700 user.

Didalam Stockbit terdapat fitur yang membantu pengguna untuk mendapatkan informasi seputar pasar modal, dengan mengirimkan pemberitahuan tepat waktu baik melalui email atau situs web ketika muncul isu sebuah perusahaan saham membuat pengumuman kepada Bursa Efek Indonesia. nah gimana? tertarik untuk mencoba? 

Untuk kamu yang ingin mencoba perlu diingat, karena Social Network ini dikhususkan untuk membahas pasar modal jadi jangan pernah menulis tentang hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan pasar modal kemungkinan tulisan kamu akan dihapus bahkan di banned.

Ternyata Stockbit ini gak sendirian, ada kompetitornya juga dan yang tentunya juga berfokus pada pasar modal yaitu idsaham.com didalamnya juga sama-sama memuat berita, chart, blog dan fitur komen.

Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here