BLANTERTOKOSIDEv102
6217215329334371520
EMISI KARBON MEMBURUK, SAHAM BATU BARA DI UJUNG TOMBAK!

1. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) melalui anak usahanya, PT Adaro Aluminium Indonesia membangun smelter senilai US$728 Juta atau setara Rp 10,3 triliun selain itu anak usaha lainnya yaitu PT Alam Tri Abadi membeli 145,6 juta saham PT Cita Mineral Investindo Tbk senilai Rp 358,6 miliar.

2. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melalui anak usahanya PT Toba Bara Energi melakukan investasi pada Solar United network Pte Ltd (SUN) senilai US$8 Juta. Selain itu  PT TBS Energi juga melakukan JV dengan Gojek di PT Energi Kreasi Bersama (EKB).

3. PT Indika Energy Tbk (INDY) melakukan ekspansi bisnis motor listrik dengan mendirikan PT Electra Mobilitas Indonesia dan PT Indika Energy juga telah menjalin joint venture dengan social impact fund dari Amerika Serikat. Selain itu PT Indika Energy juga melakukan akuisisi pada Nusantara Resources Limited yang merupakan pertambangan emas dan INDY  juga memacu investasi di proyek PLTS.

4. PT Harum Energy Tbk (HRUM) sedang gencar melakukan diversifikasi portofolio yaitu dengan menggelontorkan dana US$27,44 Juta untuk menambah kepemilikan saham di PT Infei Metal Industry (IMI) melalui anak usahanya PT Tanito Harum Nickel (THN).  HRUM juga mengakuisisi PT Position senilai US$80,3 Juta atau setara dengan 51% saham perusahaan PT Position yang bergerak pada pertambangan nikel di Weda Bay, East Halmahera.

5. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membangun pabrik dimethyl ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan, ditargetkan dimulai pada 26 Januari 2022. Proyek ini mendatangkan investasi asing sebesar US$2,1 miliar dengan utilisasi 6 juta ton batu bara per tahun dan dapat menghasilkan 1,4 juta DME per tahun.

 

            Berikut rekomendasi yang dapat diberikan oleh penulis jika investor tertarik untuk mengoleksi saham sektor energi. Namun, jangan lupa untuk selalu memasang Stop Loss karena masih terdapat resiko penurunan.

 

 

 

1. PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

          Dilihat dari chart daily saham  ADRO sedang berada di fase uptrend. Kita bisa memanfaatkan buy on weakness di demand area 2,240-2,210 dengan target price 2380 dan 2430 dan jangan lupa untuk stop loss di area support yaitu 2,160.

 

2. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA)

 

            Dilihat dari chart daily saham TOBA primary trend sedang uptrend sedangkan dalam minor trend sedang dalam fase sideways. Kita bisa memanfaatkan  buy on weakness di area 1,090-1,050 dengan target price 1,250 dan 1,490 dengan level stoploss di 1,010.

Disclaimer On 

-->