Skip to main content

Sheryl Sandberg Jadi Miliarder Berkat Facebook

Sheryl Sandberg. (Foto: Reuters)


Facebook tak hanya membuat Mark Zuckerberg menjadi seorang miliarder. Banyak pihak lain yang ikut mendadak kaya, salah satunya Sheryl Sandberg.

Wanita berusia 44 tahun ini mengantongi kekayaan sebesar USD1,05 miliar. Dia pun menempati peringkat 1.540 di daftar orang terkaya yang dirilis Forbes.

Dalam bukunya, Sandberg menceritakan dengan rinci negoisasinya dengan CEO Facebook Mark Zuckerberg untuk menjadi chief operating officer (COO). "Saya bisa bermain dengan keras," tulisnya berkaitan dengan tawaran Zuckerberg tersebut.

Lebih dari setengah dekade, setelah menerima pertunjukan COO, Sandberg pasti bersyukur dia akhirnya menerima tawaran tersebut. Sekarang, dia menjadi salah satu wanita termuda yang berhasil mengumpulkan kekayaannya sendiri.

Dengan harga saham Facebook yang naik lebih dari 130 persen dalam 12 bulan terakhir, nama ibu dua anak ini pun langsung masuk dalam daftar miliarder. Terutama karena dia memiliki 12 juta saham di perusahaan jejaring sosial tersebut. Tahun ini adalah pertama kalinya dia menyandang sebagai orang terkaya.

Sebelum menjadi COO di Facebook, Sandberg adalah seorang eksekutif muda di Google. Pada tahun 2007, dia dirayu Zuckerberg untuk mengembangkan Facebook.

Gayung bersambut, lalu dia menjadi salah satu tangan kanan Zuckerberg. Berkat Sanberg, pendapatan perusahaan ini pun berhasil naik secara konstan.



Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here