BLANTERTOKOSIDEv102
6217215329334371520

Siklus Kalender Saham





Fluktuasi harga saham terjadi pada setiap hari. Jika kita coba analisa, maka akan terdapat pola (tren) pergerakan saham yang berulang. Pola berulang ini dapat digunakan sebagai sinyal dalam membeli atau menjual saham.

Januari
Di Amerika, Wallstreet, terdapat istilah January effect. Istilah tersebut didapat dari berbagai studi yang menyatakan bahwa jika kita mengkoleksi saham-saham kecil pada awal Desember dan menyimpan hingga Januari, maka kita bisa mendapatkan keuntungan 5-10%.
Hal tersebut dikarenakan manajer investasi, reksadana, treasury banking akan menjaga performa bagus mereka dengan tidak menyimpan saham-saham yang harganya jatuh dalam portofolio mereka hingga menjelang akhir tahun. Lalu adanya aktifitas window dressing (para emiten memoles laporan keungan perusahaan agar lebih menarik).
Investor retail dapat memanfaat bulan Januari ini untuk menjual saham (bukan membeli saham), karena pada bulan ini harga saham akan tinggi dibanding bulan-bulan lainnya.


Februari
Dari analisa berbagai data bursa efek Indonesia periode 2000-2010, terdapat kecenderungan bahwa bulan Februari merupakan bulan dimana bursa saham mengalami periode penurunan terendah.
Bagi para investor, pada bulan Februari ini merupakan saat untuk wait & see. Biarkan harga saham terus turun, lalu lakukan pembelian saat harga saham sudah murah.

Maret - April
Setiap bulan Maret, pertumbuhan IHSG dapat menjadi acuan bagi pertumbuhan IHSG bulan April dan Mei. Bulan Maret dapat digunakan oleh investor untuk mengkoleksi saham-saham bagus untuk disimpan hingga bulan April atau Mei.
Bulan April biasanya merupakan saat bagi perusahaan BUMN merilis laporan keuangan kuartalannya dan membagikan deviden.

Mei
Pada bulan Mei, terdapat banyak aksi profit taking. Investor sebaiknya menunggu hingga minggu ke-4 untuk mengkoleksi saham.

Juni
Bulan Juni biasanya IHSG memiliki kecenderungan naik secara perlahan. Bagi investor, bulan Juni baik untuk mulai membeli saham yang sudah terkoreksi pada bulan sebelumnya.

Juli
Di bulan ini ada kecenderungan IHSG mengalami kenaikan yang tinggi dari bulan-bulan sebelumnya. Bagi investor, ini adalah saatnya untuk profit taking.

Agustus
Biasanya di bulan ini, IHSG memiliki tren positif, meskipun dalam tahun-tahun tertentu (2000, 2002, 2004, 2005, 2007, 2008) justru mengalami koreksi. Jika Agustus, IHSG mengalami koreksi, investor dapat bersikap wait & see hingga akhir bulan Agustus untuk mulai mengkoleksi saham.

September
Dari studi pertumbuhan IHSG, September merupakan saat yang tepat untuk mulai mengkoleksi saham-saham untuk disimpan hingga Januari.

Oktober
Oktober merupakan bulan dimana IHSG dapat mengalami pertumbuhan atau penurunan. Kadang kala, di bulan ini kejatuhan harga saham diperparah oleh aksi jual paksa oleh perusahaan sekuritas akibat dari akumulasi kegagalan investor menggunakan fasilitas utang margin trading.
Jika IHSG mengalami kejatuhan, maka bagi para investor ini merupakan saat yang paling tepat untuk mengkoleksi saham.

November - Desember
Pada bulan November dan Desember, IHSG akan mengalami peningkatan hingga Januari.
  



Berikut di bawah ini merupakan siklus lainnya (di luar kalender):


Lebaran
Menjelang hari lebaran, investor lebih senang menyimpan uang tunai daripada saham. Biasanya, emiten akan mengerek harga saham setinggi-tingginya menjelang libur lebaran, untuk mengantisipasi harga saham anjlok paska libur usai.

BI Rate
Jika suku bunga perbankan (BI Rate) turun, maka akan banyak orang yang berlomba-lomba untuk mengajukan kredit ke bank. Semakin banyak kredit yang dikucurkan, maka sektor perbankan akan tumbuh. Pengajuan kredit akan bermacam-macam, ada untuk kredit kendaraan maupun properti. Jika penjualan kendaraan meningkat, maka akan meningkatkan saham yang berbasis otomotif dan spare-part nya. Begitu pula dengan sektor properti yang semakin meningkat, akan meningkatkan pula sektor kontruksi dan semen.

Harga Minyak Dunia
Semakin tinggi harga minyak dunia, maka akan memicu kenaikan sumber energi substitusi lainnya, seperti batubara dan gas alam. Sektor energi sangat rentan terhadap pergerakan harga minyak dunia ini.

QE (Quantitative Easing)
Quantitative Easing merupakan bantuan yang diberikan The Fed untuk merangsang pertumbuhan ekonomi Amerika. Pemberian QE biasanya akan berpengaruh besar terhadap pergerakan harga saham dunia (kecenderungan akan meningkat). Dengan dirangsangnya perekonomian Amerika, maka akan semakin banyak industri (pabrik) yang semakin agresif. Keagresifan para industri tersebut akan membutuhkan sumber energi yang semakin banyak. Hal tersebut mengakibatkan harga minyak dunia akan semakin meningkat.



Produk Lainnya