Skip to main content

Unssaf Ramaikan Gerakan Cinta Pasar Modal dan Pemecahan Rekor Muri Oleh OJK

SEMARANG-Unnes Stock Exchange Study Forum (Unssaf) berkesempatan menghadiri undangan dari Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Tengah pada acara edukasi masyarakat dalam bentuk pengisisan  Teka-Teki silang (TTS) seputar dunia keuangan, Selasa 10 Februari 2015 lalu di Mal Ciputra, Semarang. Kegiatan ini sekaligus berhasil memecahkan rekor Muri sebagai TTS edukasi keuangan terpanjang di Indonesia.


Foto: Salah satu fungsionaris Unssaf sedang mengisi TTS

 TTS terpanjang di Indonesia ini memiliki ukuran panjang 51,2 meter dan lebar 2,4 meter. Terdiri dari 359 pertanyaan yang seluruhnya terkait soal keuangan dengan 192 pertanyaan mendatar dan 167 pertanyaan menurun dan terdapat sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan pasar modal.


Foto: Bapak Santoso bersama fungsionaris Unssaf

Pak Y Santoso Wibowo selaku Kepala Regional 4 Jateng-DIY OJK dalam sambutannya menyatakan, dari hasil survei mengenai pengetahuan masyarakat terhadap pasar modal hanya 2,32 persen dengan penggunaan sekitar 0,10 persen saja. Rendahnya pengetahuan masyarakat di bidang pasar modal inilah yang menjadikan salah satu alasan berdirinya Unssaf yaitu sebagai sarana edukasi pasar modal untuk masyarakat di semerang khusunya di lingkup Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Dalam acara ini Unssaf menjadi salah satu partner OJK yang dipercaya pada kegiatan tersebut. Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Unssaf karena dipercaya menjadi partner dalam acara yang membanggakan ini. Diharapkan melalui kegiatan ini terjalinlah sinergitas yang kuat antara Unssaf dan OJK dalam memasyarakatkan pasar modal ke khalayak umum dan menciptakan investor baru di Indonesia. AYO INVESTASI!

Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here