Skip to main content

MANUAL BOOK UCMC 2015 DAN KETENTUAN-KETENTUAN BABAK ONLINE TRADING COMPETITION



SALAM INVESTOR!

Yth Peserta UCMC 2015,

Berikut kami sampaikan beberapa hal yang menjadi ketetuan dan segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan Unnes Capital Market Competition (UCMC) 2015 serta babak pertama kompetisi, yaitu Online Trading Competition.

Pelaksanaan Babak Online Trading Competition sendiri dilakukan pada Tgl 21-25 September 2015 ditempat peserta masing-masing (tidak perlu datang ke Universitas Negeri Semarang).
Pengumuman peserta lolos 20 besar akan dilaksanakan Tgl 28 September 2015 melalui laman www.unssaf.or.id.


Link Unduh:

1. MANUAL BOOK UCMC 2015
2. Software Aplikasi Profits Online Trading
3. Panduan Penggunaan Profits Online Trading
4. Video Tutorial Penggunaan Profits Online Trading

SELAMAT BERKOMPETISI.

Unssaf... Polpolke!
Challenge Yourself to be Smart Investor!

#UCMC #Unssaf #Unnes #SpiritofYoungInvestor

Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here