Skip to main content

UNNES CAPITAL MARKET COMPETITION (UCMC) 2015 RESMI DIMULAI!




Helatan UCMC 2015 yang digelar oleh Unnes Stock Exchange Study Forum (Unssaf) resmi dibuka seiring dengan bukanya jam Bursa perdagangan Sesi I, Senin 21 September 2015 pukul 09.00 WIB. Peserta UCMC berasal dari mahasiswa S1 dan Diploma se-Indonesia. Tercatat ratusan peserta ikut berpartisipasi dalam helatan ini. Mereka berasal dari 5 Pulau di Indonesia (Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi). Peserta harus melalui berbagai babak untuk berhasil meraih predikat Juara dalam UCMC 2015. Dimana babak pertama yang harus dilalui peserta adalah babak Online Trading yang dilaksanakan tanggal 21-25 September 2015.

Pada babak Online Trading ini, peserta dapat melakukan transaksi dibursa secara real time dari tempat peserta masing-masing berasal selama ada koneksi internet menggunakan aplikasi Profits Online Trading yang bekerja sama dengan PT Phintraco Securities. Peserta diberikan modal awal bertransaksi (Cash Balance) sebesar Rp100.000.000,-. Dari babak pertama ini akan diambil 20 besar dengan Cash Balance terbanyak untuk dapat mengikuti babak selanjutnya yang akan dilaksanakan di Universitas Negeri Semarang pada tanggal 9-10 Oktober 2015.

Melalui UCMC, diharapkan peserta dapat mengasah dan mengaplikasikan pengetahuannya seputar pasar modal secara baik dan tepat. Selamat berkompetisi untuk Peserta UCMC 2015. Saatnya bersaing secara sehat dalam prestasi.


By: Panitia UCMC 2015
‪#‎UCMC‬ ‪#‎Unssaf‬ ‪#‎Unnes‬ ‪#‎Spiritofyounginvestor‬

Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here