Skip to main content

Kampanye Yuk Nabung Saham bersama IDX dan FKKS


Minggu, 22 Mei 2016 IDX Kantor Perwakilan Semarang bersama Forum KSPM Kota Semarang melaksanakan Kampaye Yuk Nabung Saham yang dilaksanakan di kawasan CFD depan Gedung Telkom Jalan Pahlawan Semarang.

Sobat Investor sudah tau belum apa itu program 'Yuk Nabung Saham'?

Berdasarkan website resmi IDX, Yuk Nabung Saham adalah sebuah campaign yang mengajak masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di pasar modal melalui share saving. Sebagai upaya dalam mengembangkan industri pasar modal di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) senantiasa mengedukasi dan mengembangkan industri ke arah yang lebih baik. Tujuan BEI tidak semata fokus pada penambahan jumlah investor baru, namun juga berupaya untuk menanamkan kebutuhan berinvestasi di pasar modal yang secara tidak langsung akan meningkatkan jumlah investor aktif di pasar modal Indonesia.
 
Kegiatan ini dimulai dari pukul 06.00 WIB start awal dr depan Gedung Telkom kemudian menuju kawasan Simpang Lima dan kembali ke start awal. Sebelumnya juga dr pihak IDX Kantor Perwakilan Semarang dibantu oleh teman-teman Forum KSPM Kota Semarang dan ada hiburan juga tentunya dari salah satu staf profesional KSPM Unssaf yaitu stand up comedy dr Fatrayuda staf pro PR Departement.




Dengan adanya kamapanye ini diharapkan masyarakat kota Semarang lebih mengenal lagi mengenai imvestasi di Pasar Modal dan tentunya dr pihak IDX Kantor Perwakilan Semarang selalu siap dalam membantu masyarakat dalam edukasi mengenai investasi terutama di Pasar Modal. Program bagus sudah ada, fasilitator sudah siap, tunggu apa lagi sobat investor? Yuk buruan Nabung Saham untuk masa depan yg lebih baik! Minggu sehat, kampanye bermartabat, untuk Indonesia hebat. Salam polpolke!

Comments

Popular posts from this blog

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Selamat Bergabung Unssaf 2020!

Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh peserta  Open Recruitment  (Oprec) Staff Professional Unssaf 2020 atas partisipasi yang begitu luar biasa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Apapun hasilnya kalian tetap menjadi keluarga besar dari Unssaf. Bagi yang belum berkesempatan menjadi Staff Professional Unssaf tahun 2020, jangan berkecil hati, karena wahana untuk belajar Pasar Modal sangat luas dan Unssaf sangat terbuka bagi siapapun yang ingin belajar materi tentang Pasar Modal. Tak lupa kami ucapkan selamat kepada peserta yang telah lolos seleksi! Berikut adalah daftar Staff Professioinal UNSSAF 2020 : No Nama  Jurusan  1 M. Rizaludin Hasan Manajemen 2018 2 Abdul Chotib Nasih Manajemen 2018 3 Adi Sora Maskus Ginting  Manajemen 2019 4 Akbar Rizky Saputra  Manajemen 2019 5 Almarshanda Dienta Endriyanti  Manajemen IUP 2019 6 Amelia Inka Lita Akuntansi 2018 7 Ananda D

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.