Skip to main content

Sosialisasikan Pasar Modal, Unssaf FE UNNES Raih Juara 3 YNS Flashmob

Tren menabung saat ini tidak hanya di perbankan, tetapi juga di pasar modal. Bursa Efek Indonesia (BEI) pun tengah gencar melakukan kampanye ‘Yuk Nabung Saham’ (YNS). Kampanye pun dilakukan dengan cara yang unik, salah satunya melalui kompetisi nasional YNS Flashmob.
Para komunitas yang bergerak di bidang pasar modal diberikan tantangan untuk melakukan cover dance dari jingle YNS yang diluncurkan oleh BEI. Antusias terlihat dari para komunitas berupaya menampilkan konsep video yang seunik mungkin. Para komunitas ini bersaing untuk memperebutkan total hadiah senilai Rp 50 juta.
Setelah melalui masa penilaian juri, terpilihlah karya dari UNNES Stock Exchange Study Forum (Unssaf) FE UNNES sebagai juara 3 terkreatif pilihan para dewan juri. Untuk itu, Unssaf FE UNNES berhak atas hadiah sejumlah uang tunai. Keberhasilan ini merupakan bentuk cerminan bahwa belajar berinvestasi itu tidak hanya dilakukan melalui kelas tatap muka saja, namun bisa melalui cara lain yang unik, seperti melalui nyanyian ataupun tarian.
Tujuan dari program YNS sendiri adalah untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap pasar modal dan ketertarikan masyarakat dalam berinvestasi dengan mekanisme nabung saham. Selain itu, juga untuk merubah kebiasaan masayarakat Indonesia dari gemar menabung menjadi gemar berinvestasi.
Bagi warga UNNES yang ingin berinvestasi dengan cara menabung saham, Fakultas Ekonomi telah menyediakan wahana belajar baik teori maupun praktik, yakni melalui Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia yang terletak di Gedung L3 lantai 1 FE UNNES dan Terbuka Untuk Umum.

Artikel ini telah diposting di : http://unnes.ac.id/berita/sosialisasikan-pasar-modal-unssaf-fe-unnes-raih-juara-3-yns-flashmob/

Comments

Popular posts from this blog

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Selamat Bergabung Unssaf 2020!

Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh peserta  Open Recruitment  (Oprec) Staff Professional Unssaf 2020 atas partisipasi yang begitu luar biasa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Apapun hasilnya kalian tetap menjadi keluarga besar dari Unssaf. Bagi yang belum berkesempatan menjadi Staff Professional Unssaf tahun 2020, jangan berkecil hati, karena wahana untuk belajar Pasar Modal sangat luas dan Unssaf sangat terbuka bagi siapapun yang ingin belajar materi tentang Pasar Modal. Tak lupa kami ucapkan selamat kepada peserta yang telah lolos seleksi! Berikut adalah daftar Staff Professioinal UNSSAF 2020 : No Nama  Jurusan  1 M. Rizaludin Hasan Manajemen 2018 2 Abdul Chotib Nasih Manajemen 2018 3 Adi Sora Maskus Ginting  Manajemen 2019 4 Akbar Rizky Saputra  Manajemen 2019 5 Almarshanda Dienta Endriyanti  Manajemen IUP 2019 6 Amelia Inka Lita Akuntansi 2018 7 Ananda D

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.