Skip to main content

Investor Gathering : Investor Or Trader? Choose Your Passion!


Dalam rangka ikut memeriahkan Dinamika Ekonomi Terpadu ke 11 yang tak lain merupakan Dies Natalis Fakultas Ekonomi Unnes, Unssaf turut menyelenggarakan Investor gathering yang merupakan sebuah pertemuan antar-investor, diselenggarakan pada tanggal 29 April 2017 di Aula Gedung L2 laintai 3 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Acara ini mengusung tema “Investor Or Trader? Choose Your Passion!”, memberikan gambaran mengenai investor dan trader agar peserta dapat segera mengenali passionnya.

            Investor gathering mendatangkan Valdy Kurniawan (Senior Equity Anlyst Phintraco Securities) dan Pak Fanny Rifqi (Kepala IDX Kantor Cabang Semarang). Acara ini diikuti oleh 150 peserta, dimulai pukul 07.30 hingga 12.00. Dimoderatori oleh Saudara Dwi Yuliyanti Barokah (Staffpro Education Dept) sesi materi pertama disampaikan oleh Valdy Kurniawan yang menyampaikan materi mengenai analisis teknikal. Gaya beliau yang masih ‘anak muda banget’
dan penyampaian matei yang ringan serta seru membuat peserta semakin tertarik dan penasaran dengan materi-materi yang akan disampaikan. Sesi materi selanjutnya diisi oleh Bapak Fanny Rifqi El Fuad yang menyampaikan tentang analisis fundamental. Materi ini meliputi makro ekonomi Indonesia dan dunia yang tentunya dapat berhubungan dengan banyak mata kuliah di semua jurusan Fakultas Ekonomi. Sesi penyampaian materi ditutup dengan tanya jawab peserta dengan moderator.

            Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian cinderamata kepada moderator dan pemateri. Sebelum acara ditutup, terdapat sesi kuis yang mengulas tentang materi yang baru saja disampaikan. Dipandu oleh MC yang pandai mencairkan suasana, Investor Gathering berjalan dengan lancar dan menarik. Semoga materi yang sudah dismpaikan dapat memberi manfaat buat kita semua, ya!

Comments

Popular posts from this blog

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Selamat Bergabung Unssaf 2020!

Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh peserta  Open Recruitment  (Oprec) Staff Professional Unssaf 2020 atas partisipasi yang begitu luar biasa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Apapun hasilnya kalian tetap menjadi keluarga besar dari Unssaf. Bagi yang belum berkesempatan menjadi Staff Professional Unssaf tahun 2020, jangan berkecil hati, karena wahana untuk belajar Pasar Modal sangat luas dan Unssaf sangat terbuka bagi siapapun yang ingin belajar materi tentang Pasar Modal. Tak lupa kami ucapkan selamat kepada peserta yang telah lolos seleksi! Berikut adalah daftar Staff Professioinal UNSSAF 2020 : No Nama  Jurusan  1 M. Rizaludin Hasan Manajemen 2018 2 Abdul Chotib Nasih Manajemen 2018 3 Adi Sora Maskus Ginting  Manajemen 2019 4 Akbar Rizky Saputra  Manajemen 2019 5 Almarshanda Dienta Endriyanti  Manajemen IUP 2019 6 Amelia Inka Lita Akuntansi 2018 7 Ananda D

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.