Wednesday, 10 May 2017

Kemeriahan FGGD Mengguncang Ruang Borobudur






Semarang – Unssaf yang memang dikenal sebagai salah satu kelompok studi pasar modal yang cukup aktif mengadakan event terkait pasar modal, kembali menyelenggarakan sebuah acara yang cukup menarik, yaitu Firm And Great General Discussion. FGGD ini merupakan modifikasi dari acara General Discussion yang pada periode sebelumnya telah sukses dilaksanakan dalam lingkup kota Semarang. Salah satu perbedaan GD dan FGGD ini terletak pada panelis dan cakupannya. Dengan mengundang panelis di lingkup Jawa Tengah, Unssaf mejadi pelopor kegiatan diskusi panel di antara kelompok studi pasar modal lainnya, Diselenggarakannya event ini sebagai pengganti program kerja tahunan dari Department Event yakni seminar nasional.
FGGD atau Firm and Great General Discussion merupakan event yang terdiri dari 2 sesi yang dikemas dalam satu acara yakni mini talkshow dan diskusi seputar isu ekonomi dan pasar modal. Mini talkshow merupakan sesi pertama dalam event FGGD yang mengangkat tema “Financial Planning For Financial Freedom” dengan Bapak Shandi Setya Sejati sebagai pembicara tunggal dari PT. Manulife Aset Manajemen Indonesia. Mini talkshow ini memberikan kiat-kiat perencanaan keuangan untuk masa tua yang sejahtera juga investasi di dalam saham, obligasi, dan juga reksadana.
Sesi selanjutnya dari FGGD disusul dengan diskusi yang merupakan sesi yang paling ditunggu dan menjadi icon dari FGGD. Diskusi ini dilakukan oleh para panelis dari anggota bursa dan KSPM se-Jawa Tengah yang dibagi menjadi kelompok pro dan kontra.
Konsep diskusi dalam FGGD ini seperti dalam acara ILC (Indonesia Lawak Club). Panelis-panelis yang mengisi meja bundar layaknya dalam acara ILC seperti Valbury, Kresna Securitas, dan juga Phintraco Securitas dari anggota bursa se-Jawa Tengah. Selain itu, ada juga dari KSPM se-Jawa Tengah, seperti KSPM Unssaf, CMC Polines, KSPM UDINUS, KSPM UNDIP, KSI UNIKA, KSPM UNIKAL, KSPM UIN WALISONGO, KSPM Terang Bangsa, IC UNS, KSPM UNISBANK, KSPM IAIN Surakarta, IC UKSW, dan juga SESC UNWAHAS.
Diskusi menjadi semakin memanas dengan adanya argumen-argumen yang dilontarkan oleh para panelis yang memenuhi 8 meja bundar. Diskusi FGGD ini mengangkat tema yang sangat menarik yakni “Akankah IHSG dapat menembus angka Rp. 6.000,- di tahun 2017?”
FGGD ini menjadi lebih menarik dengan diikuti oleh sekitar 200 peserta dari berbagai universitas yang sebagian besar berasal dari kota Semarang, mulai dari UNNES, UNDIP, UNISBANK, UIN WALISONGO, dan masih banyak lagi. Banyaknya peserta yang interaktif dan antusias membuat acara FGGD menjadi lebih hidup.
Event akbar yang diketuai oleh Alethea Candra Sari berlangsung dengan meriah dan menggelegar. Berlangsungnya event FGGD ini telah mengguncang ruang Borobudur Gedung Prof. Dr. Retno Sriningsih Satmoko pada Sabtu, 6 Mei 2017.
Kesuksesan event FGGD telah membuat bangga nama Unssaf baik di intern UNNES maupun di eksternnya. Semua panitia terlihat begitu bahagia karena kerja kerasnya dalam mempersiapkan acara yang luar biasa ini telah terbayarkan.


Friday, 5 May 2017

Pulang Dari Brawijaya, Mahasiswa Unnes Sabet Gelar The King Of Investor


Beberapa waktu lalu, telah dihelat sebuah kompetisi pasar modal di Universitas Brawijaya, Malangyang bernama Brawijaya Capital Market Contest (BLAST) 2017. Banyak anggota Unnes Stock Exchange Study Forum (Unssaf) Fakultas Ekonomi Unnes yang mengikuti kompetisi ini. Dari tahap seleksi awal yaitu online trading dan pembuatan paper, terpilihlah 24 besar finalis yang diundang ke Univerditas Brawijaya untuk mengikuti tahapan lomba selanjutnya. Dari 24 finalis, Unssaf berhasil meloloskan 4 anggotanya ke babak final. Mereka terdiri dari Anhar Fadli (Direktur Unssaf 2017), Vivi Ayuning Tyas (Staffpro Education Dept 2017), Atik Ul Mussanadah (Staffpro SIM Dept 2017) dan RatnaPurna Sari (Staffpro Investment Dept 2017).
Tahapan lomba yang berdurasi 4 hari, terhitung dari tanggal 1-4 Mei 2017 tersebut mengharuskan keempat wakil Unnes tidak mengikuti perkuliahan. Pada babak final kompetisi Individu ini terdapat beberapa tahapan lomba, seperti tes tertulis, lomba cerdas cermat, dan debat. Selain memperebutkan Juara 1, 2, dan 3, para finalis juga memperebutkan Gelar The King Of Investor. Gelar tersebut diberikan kepada peserta yang mendapat nilai tertinggi saat mengerjakan running questions yang terdiri dari 60 butir soal tentang ekonomi dan pasar modal dan harus dikerjakan selama 60 menit.
Pada saat pengumuman juara, perwakilan dari Unnes atas nama Vivi Ayuning Tyas berhasil meraih Gelar The King Of Investor. Prestasi ini tentunya sangat membanggakan mengingat kompetisi ini merupakan kompetisi tingkat nasional dan mayoritas peserta dari universitas lain merupakan mahasiswa semester atas. Namun, Vivi yang masih semester empat jurusan Akuntansi ini berhasil membuktikan kemampuannya dengan prestasi tersebut.