Skip to main content

Perkuat Komunikasi, Eratkan Silaturrahmi, Melalui Halal Bihalal Unssaf 2017

Momentum Hari Raya Idul Fitri memang sudah terlewat beberapa minggu yang lalu. Namun, suasana lebaran masih tetap terasa hingga sekarang. Pada tanggal 9 Juli 2017 lalu, Unssaf melalui HRD Department mengadakan Halal Bihalal yang bertempat dirumah salah satu staff pro HRD, yaitu Rozan, di Pedurungan, Semarang.
            Halal Bihalal ini diikuti oleh Staffpro Unssaf, BOC, dan beberapa alumni termasuk founding father Unssaf, yaitu Junaidi Juanda atau yang elbih dikenal dengan nama Bang Jun. acara yang dimulai pukukl 10.00 WIB
ini diawali dengan rangkaian pembukaan, tausyiah singkat, halal bihalal, dan makan bersama. Kehangatan semakin terjalin karena makan bersama kali ini bentuknya adalah bancakan, dimana makanan digelar diatas daun pisang dan makan beramai-ramai tanpa piring dan sendok. Selepas makan siang, dilanjutkan dengan cerita pengalaman dari alumni yang menambah semangat staff pro untuk meningkatkan kinerjanya di Unssaf.
Agenda terakhir dari rangkaian acara Halal Bihalal ini adalah Rapat Umum Pemegang Dana (RUPD) yang merupakan program kerja dari Investment Department. RUPD ini disampaikan langsung oleh Manajer Invest, yaitu Purnairawan. 

Sebelum acara selesai dan dibubarkan, peserta HBH terlebih dahulu melakukan Sholat Dzuhur berjamaah dan foto bersama. Rangkaian HBH siang itu berakhir sekitar pukul 14.00 WIB.










Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here