Skip to main content

Mahasiswa FE UNNES Sosialisasi Pasar Modal ke Sekolah-Sekolah di Pulau Jawa

Perkuliahan di Universitas Negeri Semarang (UNNES) memang sudah memasuki minggu kedua. Namun siapa sangka, saat liburan semester sejumlah mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) yang tergabung dalam organisasi Unssaf (UNNES Stock Exchange Study Forum) melaksanakan sosialisasi pasar modal di berbagai sekolah di Pulau Jawa, bulan Agustus lalu.
Sosialisasi itu diantaranya di sekolah SMAN 1 Jatilawang Kabupaten Banyumas, SMAN 3 Pekalongan, SMAN 67 Jakarta, SMPN 2 Kasreman, Kabupaten Ngawi, SMKN 1 Cepu (Blora), SMAN 1 Balapulang ( Tegal), SMAN 7 Purworejo, SMAN 1 Gubug (Grobogan), SMA Darul Ulum 1 Unggulan BPPT (Jombang Jawa Timur) dan SMAN 1 Ungaran (Kabupaten Semarang).
Kegiatan ini merupakan program Unssaf Road to School bertujuan untuk menanamkan mindset pentingnya investasi sejak dini dikalangan siswa. Selain itu, juga untuk mengenalkan mereka tentang transaksi saham di Pasar Modal Indonesia.
Melalui kampanye “Yuk Nabung Saham” yang diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat ini Bursa Efek Indonesia bersama penggiat investasi memang sedang gencarnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Hal ini dilakukan karena sampai saat ini, literasi masyarakat terhadap pasar modal masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan industri jasa keuangan lainnya seperti perbankan, asuransi, dan pegadaian.
Aksi sosialisasi serempak yang dilakukan mahasiswa FE Unnes-pun patut mendapatkan apresiasi karena di era MEA ini seharusnya siswa sudah memahami mekanisme dan praktik di pasar modal, namun sayangnya di sekolah sangat minim sekali pendidikan pasar modal bagi siswa maupun guru.

Artikel ini sudah pernah dimuat di laman Unnes

Comments

Popular posts from this blog

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Selamat Bergabung Unssaf 2020!

Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh peserta  Open Recruitment  (Oprec) Staff Professional Unssaf 2020 atas partisipasi yang begitu luar biasa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Apapun hasilnya kalian tetap menjadi keluarga besar dari Unssaf. Bagi yang belum berkesempatan menjadi Staff Professional Unssaf tahun 2020, jangan berkecil hati, karena wahana untuk belajar Pasar Modal sangat luas dan Unssaf sangat terbuka bagi siapapun yang ingin belajar materi tentang Pasar Modal. Tak lupa kami ucapkan selamat kepada peserta yang telah lolos seleksi! Berikut adalah daftar Staff Professioinal UNSSAF 2020 : No Nama  Jurusan  1 M. Rizaludin Hasan Manajemen 2018 2 Abdul Chotib Nasih Manajemen 2018 3 Adi Sora Maskus Ginting  Manajemen 2019 4 Akbar Rizky Saputra  Manajemen 2019 5 Almarshanda Dienta Endriyanti  Manajemen IUP 2019 6 Amelia Inka Lita Akuntansi 2018 7 Ananda D

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.