Skip to main content

Unssaf Mengawali Tahun 2018 dengan Prestasi

Semarang - Tiga team dari UNNES Stock Exchange Study Forum (UNSSAF) Fakultas Ekonomi berangkat ke Jogja untuk berkompetisi di Kompetisi Pengengtahuan Pasar Modal yang dilaksanakan oleh KSPM Atmajaya selama 4 hari. Tiga Team yang berangkat yaitu:
  • Anhar Fadli (Direktur Unssaf 2017) dan Ratna Purnasari (Manajer Invest 2018)
  • Mohammad Mahendrayana (Direktur Unssaf 2018) dan Chelly Aprilia W. (Manajer Edukasi 2018)
  • Vivi Ayuningtyas (Staff Pro Edukasi 2017) dan Atik Ul M. (Staff Pro SIM 2017)


Pada tahap yang dilaksanakan di Universitas Atmajaya para finalis 15 besar harus mengikuti tes tulis dan lomba cerdas cermat untuk menentukan 8 besar yang melaju ke babak final. Untuk finalis 8 besar yang lolos babak final akan mempresentasikan paper dari saham yang telah dianalisis pada tahap seleksi paper, kemudian mengikuti debat tentang isu-isu terkini ekonomi dan pasar modal. Dua tim dari Universitas Negeri Semarang menyabet 2 piala dalam gelaran ini.
  • Vivi Ayuningtyas dan Atik Ul M. (Team Ava Direction) - Juara 3

  • Mohammad Mahendrayana dan Chelly Aprilia W. (Team Sidone Melu) - Juara 2

Tahun 2018 belum berakhir, semoga ini menjadi awal dari segala prestasi yang akan kita raih tahun ini dan jangan pernah berhenti berkarya. 
UNSSAF! POLPOLKE! #Unssaf7uara

Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here