Skip to main content

Juara 3 Extraordinary Capital Market Competition 2018 di UMY



Semarang – Satu tim perwakilan dari Univeristas Negeri Semarang yang tergabung dalam BSO Unnes Stock Exchange Study Forum (UNSSAF) fakultas ekonomi berhasil meraih piala pada lomba Extraordinary Capital Market Competition (Explotion 2018) pada Kamis, 15 Maret 2018. Explotion 2018 merupakan serangkaian lomba pasar modal yang diadakan oleh kelompok studi pasar modal Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.


Serangkaian lomba tersebut meliputi online trading competition yang dilaksanakan pada tanggal 26 Februari - 02 Maret 2018, pada tahap online trading ini tim Snowhite salah satu perwakilan dari UNNES yang beranggotakan Ratna Purnasari (Akuntansi 2016) dan Lutviana Nur Hakiki (Akuntansi 2015) berhasil lolos menjadi finalis 10 besar. Selanjutnya, para finalis diharuskan untuk mengirimkan paper analisis saham yang ditransaksikan selama babak online trading sebagai syarat mengikuti tahap final di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada tanggal 14 - 15 Maret 2018.

Pada tahap final, 10 finalis yang berasal dari PTN dan PTS se-Indonesia diharuskan untuk mempresentasikan hasil analisis saham yang telah dikirim sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan mengikuti online trading menggunakan akun real yang dimiliki masing-masing tim. Setelah melalui seluruh tahapan, juri mengumumkan nama-nama pemenang dalam kompetisi ini. Perwakilan UNNES meraih juara 3, juara 2 yaitu tim dari UGM, juara 1 diraih tim dari UMY dan nominasi best trader diraih oleh tim dari IPB.



Penulis Muhammad Abdullah Rozan (Manajemen 2016)

Comments

Popular posts from this blog

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Selamat Bergabung Unssaf 2020!

Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh peserta  Open Recruitment  (Oprec) Staff Professional Unssaf 2020 atas partisipasi yang begitu luar biasa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Apapun hasilnya kalian tetap menjadi keluarga besar dari Unssaf. Bagi yang belum berkesempatan menjadi Staff Professional Unssaf tahun 2020, jangan berkecil hati, karena wahana untuk belajar Pasar Modal sangat luas dan Unssaf sangat terbuka bagi siapapun yang ingin belajar materi tentang Pasar Modal. Tak lupa kami ucapkan selamat kepada peserta yang telah lolos seleksi! Berikut adalah daftar Staff Professioinal UNSSAF 2020 : No Nama  Jurusan  1 M. Rizaludin Hasan Manajemen 2018 2 Abdul Chotib Nasih Manajemen 2018 3 Adi Sora Maskus Ginting  Manajemen 2019 4 Akbar Rizky Saputra  Manajemen 2019 5 Almarshanda Dienta Endriyanti  Manajemen IUP 2019 6 Amelia Inka Lita Akuntansi 2018 7 Ananda D

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.