Skip to main content

Unssaf menyandang juara pertama dalam kompetisi SMIC




Semarang – seminggu yang lalu 3 tim finalis dari kspm Unssaf Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang telah mengikuti kompetisi SMIC (Sebelas Maret Investment Championship) yang diadakan oleh Universitas Sebelas Maret di Solo Jawa Tengah.
            Sebelas Maret Investment Championship merupakan kompetisi pasar modal yang diadakan oleh Universitas Sebelas Maret di Solo, Jawa Tengah. Kompetisi ini terdiri dari beberapa babak diantaranya yaitu Online Trading Competition¸ Top 14 Announcement dan The Final. Acara ini dimulai dari tanggal 4 Februari 2019 sampai tanggal 3 Maret 2019. Unssaf mengirimkan 3 tim yang beranggotakan Ratna Purnasari, Mohammad Mahendrayana, Abiyyu Farhan Hernanda, Tirta Wahyono, M. Luthfi Fajar SW, Muhammad Rizaludin Hasin dan Muhammad Dwi Cahyo. Dalam babak online trading diambil 14 tim untuk selanjutnya
lolos dalam tahap selanjutnya yaitu Top 14 Announcement. Selanjutnya dalam kompetisi ini juga terdapat post test, fast challenge, Q and A, serta presentasi Paper dimana semua sesi lomba tersebut diakumulasi nilainya menjadi satu. Kemudian nilai yang tertinggi akan menjadi juara.
            Dan pada kompetisi ini Unssaf Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang berhasil mendapatkan juara 1 yang beranggotakan tim dari Ratna Purnasari dan Mohammad Mahendrayana. Salah satu perwakilan dari tim ini, Mohammad Mahendrayana selaku boc berkata “kami sudah ikut SMIC 3kali berturut turut dan tahun ini kali pertama kami dapat hasilnya. Memang benar pepatah yang mengatakan hasil tidak akan menghianati usaha” begitu ujarnya
            Semoga kompetisi ini bisa menjadi motivasi teman teman Unssaf untuk terus berkarya dan semangat mengikuti kompetisi yang lainnya. 

Comments

Popular posts from this blog

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Desa Wisata Kandri Sadar Investasi

          Desa Kandri terletak di kecamatan Gunung Pati, berada di ujung barat kota Semarang. Jika diakses menggunakan kendaraan pribadi kurang lebih 30-45 menit dari pusat Kota Semarang. Desa Wisata Kandri juga memiliki obyek wisata yang sering dikunjungi oleh beberapa wisatawan lokal, yaitu ada Goa Kreo dan juga Waduk Jatibarang serta berbagai piilihan wisata dengan slogan “Kandri WAE (Wisata Adventure Edukasi)” dimana terdapat berbagai paket wisata jelajah desa, pelatihan pembuatan kuliner olahan khas desa, seni dan budaya.