Skip to main content

Unssaf mendapat peringkat 1 dan 3 dalam lomba USMC



            Semarang – Hari Sabtu yang lalu 3 tim finalis dari kspm Unssaf Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang telah mengikuti kompetisi USMC (Unika Stock Market Competition) yang diadakan oleh kspm Universitas Kath
olik Soegijapranata.
            Unika Stock Market Competition merupakan kompetisi pasar modal yang diadakan oleh Universitas Katholik Soegijapranata, Jawa Tengah. Kompetisi ini terdiri dari beberapa babak diantaranya yaitu babak online trading dimulai pada tanggal 15 April sampai 26 April 2019. Kemudian dari online trading tersebut diambil untuk babak penyisihan yang terdiri dari 5 finalis diantaranya yaitu dari 3 tim dari Universitas Negeri Semarang,
1 tim dari Universitas Pekalongan, 1 tim dari Politeknik Negeri Semarang. Tim ini nantinya masuk ke dalam final. Pada babak final ini masing masing tim mempersentasikan 5 saham yang mereka beli ketika online trading. Presentasi ini seputar teknikal dari 5 saham yang mereka beli.
            Acara presentasi finalis dimulai dari jam 08.00-10.00 WIB untuk. Kemudian dilanjutkan dengan seminar dimana acara seminar ini juga sekaligus pengumuman pemenang lomba usmc. Dan pada kompetisi ini Unssaf Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang berhasil mendapatkan juara 1 yang beranggotakan tim dari Hery Kharisma Fitri dan M. Abdul Nasih kemudian juara 3 yang beranggotakan Ratna Purnasari dan Frans Halason. Hery Kharisma Fitri atau biasa disapa dengan panggilan keft ini mengatakan bahwa “saya merasa spesial karna di lomba kali ini membawa adik tingkat untuk mengikuti kompetisi ini"
            Semoga kompetisi ini bisa menjadi motivasi teman teman Unssaf untuk terus berkarya dan semangat mengikuti kompetisi yang lainnya.


Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here