Skip to main content

AKUMULASI ASET TRILIUNAN, APAKAH BANK SYARIAH PLAT MERAH SEMAKIN MENJADI PRIMADONA ! ?

Salah satu lembaga yang berperan besar dalam kondisi ekonomi suatu negara adalah bank. Dimana bank sendiri merupakan tempat untuk menghimpun dan menyaurkan dana. Belakangan ini Industri perbankan mengalami perkembangan yang pesat.

Diantara berbagai perusahaan bank di Indonesia, kinerja bank plat merah mencatatkan performa yang cukup mempuni. Namun ini baru pencapain dari bank reguler, sedangkan kinerja bank syariah kususnya plat merah di Indonesia belum mencapai performa yang ciamik.

Dalam bursa efek sendiri, bank-bank milik plat merah tersebut masuk kedalam golongan saham Blue Chip, karena mempunyai aset dan market cap besar yakni diatas 60T. Namun itu berlaku untuk emiten bank reguler, sedangkan bank syariah plat merah masih tergolong dengan aset dan market cap yang belum tinggi.

Untuk menciptakan bank syariah plat merah yang unggul. Menteri BUMN Erik Thohir berencana menganggabungkan beberapa bank syariah plat merah pada kuartal pertama2021 guna meningkatkan kinerja, efisiensi, dan nilai aset  bank syaraiah milik BUMN tersebut.Apabila di total jumlah aset akan mencapai sekitar RP. 207 T, Woow jumlah yang sangat fantastis.

Dengan adanya peningkatan aset yang berlimpah akankah bank syariah memjadi primadona?

Akhir-akhir ini masyarakat sudah mulai memandang penting konsep syariah yang ditetapkan dalam islam. Nasabah  yang mengedepankan prinsip syariah mulai melirik bank syariah. Dalam konsep penerapan operasionalnya bank syariah menggunakan akad yang sesuai konsep islam.

Salah satu Pengamat Ekonomi syariah Universitas Indonesia  Yusuf Wibisono mengatakan kebijakan tersebut akan meningkatkan skala usaha bank BUMN syriah, yang umumnya bank BUKU II menjadi bank BUKU III atau bahkan bank BUKU IV. Diantara bank syraiah plat merah yakni Bank BNI Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) BTN, serta  yang  sudah melantai di bursa yaitu Bank BRISyariah (BRIS).Dengan beberapa pertimbangan Bank BRI Syariah kemungkinan menjadi induk dari penggabungan bank syariah plat merah tersebut, tapi untuk pastinya masih di kaji mendalam.


panah kuning menunjukan saham ini mengalami kenaikan
drastis mencapai 42%. Terhitung tanggal 6-7 Juli 2020 setelah mencuatnya
kabar tersebut.


Kebijakan atas bank syariah plat merah diharapkan juga diiringi dengan inovasi produk serta peningkatan kinerjanya. Sehingga banyak masyarakat yang menggunakan bank syariah serta kususnya para  investor melirik dan menanamkan modalnya di emiten bank syariah di pasar modal.


Comments

Anonymous said…
Mantappp minnn....

Popular posts from this blog

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Desa Wisata Kandri Sadar Investasi

          Desa Kandri terletak di kecamatan Gunung Pati, berada di ujung barat kota Semarang. Jika diakses menggunakan kendaraan pribadi kurang lebih 30-45 menit dari pusat Kota Semarang. Desa Wisata Kandri juga memiliki obyek wisata yang sering dikunjungi oleh beberapa wisatawan lokal, yaitu ada Goa Kreo dan juga Waduk Jatibarang serta berbagai piilihan wisata dengan slogan “Kandri WAE (Wisata Adventure Edukasi)” dimana terdapat berbagai paket wisata jelajah desa, pelatihan pembuatan kuliner olahan khas desa, seni dan budaya.