Skip to main content

Menambah Ilmu Pengetahuan Pasar Modal Melalui SPM (Sekolah Pasar Modal)



Jum’at, 8 Mei 2020 – Departemen Edukasi UNSSAF 2020 mengadakan Kelas Fundamental Sekolah Pasar Modal (SPM) Lv 2. SPM kali ini UNSSAF berkolaborasi dengan IDX. Pengisi dari SPM adalah Sdr. Akhmad Nuryanto yang merupakan Trainer PT BEI KP Jawa Tengah 1. Sdr. Akhmad Nuryanto ini dulunya juga anggota UNSSAF loh! Keren banget kan sekarang udah lulus jadi trainer di PT BEI. Adanya COVID 19 ini menjadikan Kelas Fundamental SPM Lv 2 ini dilaksakan secara online yaitu melalui Microsoft Teams. Kegiatan berlangsung dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB.

            Kelas Fundamental SPM Lv 2 ini diikuti antusias oleh anggota UNSSAF dan juga teman-teman lainnya karena kegiatan ini terbuka untuk umum. So, setiap orang yang pengen belajar bisa ikutan gabung. Sesuai dengan namanya yaitu Kelas Fundamental, dalam kegiatan ini kita diajarkan berbagai macam analisa yang berhubungan dengan kondisi keuangan suatu perusahaan dalam memilih saham. Gunanya analisa ini adalah  agar kita tidak salah memilih saham, sehingga kita bisa cuan banyak!

            Terakhir ada sebuah pesan yang diberikan Sdr. Akhmad Nuryanto “jangan lompat tanpa parasut kalo kita lompat gak pakai perlengkapan apa-apa seperti parasut akibatnya bisa fatal. Ini relate juga sih sama investasi. Karena, kalau mau investasi tapi gak pakai belajar apa-apa, nanti hasilnya bisa fatal.Setuju gak?”

#MauMulaiKapan

#YukNabungSaham


Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here