Skip to main content

Sinau Trading Bareng (SITRABA) untuk Menambah Wawasan




Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), aktivitas secara online terus meningkat. Termasuk dalam hal belajar dan transaksi saham.

Tentu saja hal ini disikapi positif oleh berbagai pihak yang terkait. Seperti, perusahaan sekuritas maupun kelompok studi pasar modal.

Kelompok Studi Pasar Modal Unnes Stock Exchange Study Forum (KSPM UNSSAF), baru-baru ini pada hari Minggu, 5 April 2020 mengadakan Sinau Trading Bareng (SITRABA) SITRABA merupakan progja dari Departemen Invest yang mempunyai tujuan untuk mengedukasi staf professional UNSSAF mengenai saham, bagaimana cara bertarding atau investasi dan strategi apa yang bisa di gunakan  dalam dunia pasar modal dengan melakukan analisa secara komprehensif berbasis analisis teknikal dan fundamental.

Tentunya pembicara dalam acara ini juga tidak main-main, karena sudah paham betul di bidang trading dan sudah banyak mendapat penghargaan di berbagai kompetisi Stock Exchange. Nah, siapa pembicaranya? Ya, Beliau adalah Ratna Purnasari. Beliau juga pernah menjadi bagian dari UNSSAF 2018 dan sekarang sudah purna. Namun masih mau ikut bergabung kembali untuk memberikan pengetahuan kepada Staf UNSSAF 2020.

Puji Syukur Tuhan, acara ini dapat berjalan lancar walaupun via Aplikasi Video Meeting, karena adanya pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan untuk bertatap muka langsung. Meskipun begitu eksistensi untuk belajar tetap tidak hilang justru menjadi semangat untuk terus belajar di situasi sekarang. “Ulat saat menjadi kepompong merasa tidak nyaman, tidak bisa bergerak bebas. Ketika dia merasa hidupnya akan berakhir seperti itu, dia kemudian menjadi kupu-kupu yang lebih indah,” kata Merry, dilansir dari laman BNPB, Senin (20/4).

Ketika proses ini berhasil dilalui, Merry yakin kita semua akan menjadi individu-individu yang lebih baik, seperti kepompong yang berubah menjadi kupu-kupu.

“Saya yakin ini semua akan bisa kita lalui. Indonesia bisa pulih kembali, Indonesia bisa sehat kembali,” tuturnya.


Comments

Popular posts from this blog

Selamat Bergabung Unssaf 2020!

Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh peserta Open Recruitment (Oprec) Staff Professional Unssaf 2020 atas partisipasi yang begitu luar biasa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Apapun hasilnya kalian tetap menjadi keluarga besar dari Unssaf. Bagi yang belum berkesempatan menjadi Staff Professional Unssaf tahun 2020, jangan berkecil hati, karena wahana untuk belajar Pasar Modal sangat luas dan Unssaf sangat terbuka bagi siapapun yang ingin belajar materi tentang Pasar Modal.
Tak lupa kami ucapkan selamat kepada peserta yang telah lolos seleksi! Berikut adalah daftar Staff Professioinal UNSSAF 2020 :

NoNama Jurusan 1M. Rizaludin HasanManajemen 20182Abdul Chotib NasihManajemen 20183Adi Sora Maskus Ginting Manajemen 20194Akbar Rizky Saputra Manajemen 20195Almarshanda Dienta Endriyanti Manajemen IUP 20196Amelia Inka LitaAkuntansi 20187Ananda Deka Cahya HadiwijayaPendidikan Ekonomi Koperasi 20188Andika Wisnu WidodoManajemen 20199Aninda Sastianita YusufAkuntansi 201910AstriyahAkunt…

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias.





Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.