Skip to main content

Temu Kangen Daring Ditengah Pandemi



Sabtu, 06 Juni 2020 – Departement HRD UNSSAF mengadakan acara Halal bi Halal. Acara ini merupakan acara yang diadakan setiap tahun seusai Hari Raya Idul Fitri. Namun, tahun ini acara Halal bi Halal berbeda dengan tahun sebelum-sebelumnya. Tahun ini acara Halal bi Halal dilaksanakan secara online melalui Google Meet. Selain diikuti oleh seluruh anggota UNSSAF 9REAT, Acara Halal bi Halal ini juga di ikuti oleh beberapa alumni UNSSAF. Keikutsertaan para alumni ini menambah semaraknya acara Halal bi Halal.

Adanya pandemic COVID 19 tidak menjadi penghalang bagi UNSSAF untuk bersilaturahmi saling bermaaf-maaf antar anggota UNSSAF melalui acara Halal bi Halal ini. Segalanya menjadi lebih mudah dengan adanya kemajuan teknologi. Sesuai dengan temanya, Halal bi Halal tahun ini bertujuan untuk obat rindu antar anggota UNSSAF dan juga para alumni yang terpisah oleh jarak berbulan-bulan lamanya akibat adanya pandemi Covid 19. Meskipun hanya bersua lewat Google Meet, namun para anggota UNSSAF dan para alumni cukup berantusias mengikuti acara ini. Hal ini terlihat dari wajah sumringah dan suara yang bersemangat dari para anggota UNSSAF dan para alumni.

Semoga pandemi COVID 19 ini segera berakhir agar pertemuan antar anggota UNSSAF dan juga para alumni secara langsung dapat terealisasikan. Sehingga semakin menambah semaraknya UNSSAF 9REAT. UNSSAF POL POL KE!! 

Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here