Skip to main content

Meraih Juara pada Kompetisi IPC (Islamic Poster Competition)

 

Fitriana Abdul Hanif, mahasiswa prodi Manajemen 2018 Universitas Negeri Semarang sekaligus staffpro departemen SIM berhasil menjuarai Kompetisi Poster Islami tingkat Nasional yang diadakan oleh EKSIS FE Universitas Negeri Semarang.

Kompetisi tersebut mengusung tema “Muslim Millenial dalam Harmoni Kreativitas untuk Indonesia Emas 2045” yang diadakan pada tanggal 21 Juli 2020. Kompetisi ini merupakan salah satu wadah kreativitas mahasiswa di perguruan tinggi dalam upaya mempersiapkan Indonesia emas 2045 dan sebagai ajang produktivitas bagi Mahasiswa pada masa Pandemi Covid-19.

Poster dengan konsep digital library integrated reward application system berjudul GOPERPUS sebagai inovasi meningkatkan budaya pada generasi muda berhasil membawa Hanif meraih prestasi menjadi juara 1 dalam kompetisi tersebut.

Terakhir, Hanif memiliki pesan untuk kita sebagai generasi muda, “Setiap orang pasti punya keinginan dan harapan.  Satu diantaranya adalah prestasi. Ada banyak jalan mencapai prestasi mulai dari lomba karya tulis, desain dan pasar modal. Tentu kamu ingin semua itu tapi jika kamu mau semua fokusmu akan terpecah. Ibarat gelas kosong kamu akan diisi dengan 3 prestasi yang ingin kamu capai dan pastinya butuh porsi yang sama agar muat ke dalam satu gelas tersebut. Bandingkan jika kamu fokus ke salah satu prestasi misalkan poster,  satu gelas tadi akan diisi oleh 1 fokus prestasi kamu,  sehingga kamu bisa maksimal melakukannya”

“That is my perspective,  you can choose. You better know which one is better for you”, Imbuhnya.


Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here