Skip to main content

Ten Day Challenge

SEMARANG-Ten days challenge (10 DC) adalah kompetisi dari BEI untuk gallery investasi se Indonesia. Tak bisa dipungkiri bahwa gallery investasi memiliki peran yang krusial dalam perkembangan pasar modal di Indonesia.

Dengan diadakannya 10 DC di saat pandemi seperti ini menjadi pantikan yang luar biasa. Hal ini disebabkan karena meski dalam keadaan pandemi gallery investasi bisa tetap aktif dan semakin bersemangat untuk tetap membantu dalam mengedukasi masyarakat dan tetap menciptakan investor baru meski di masa pandemi. Sehingga menjadi pencapaian yang luar biasa karena di masa pandemi ini terjadi kenaikan jumlah SID baru yang sangat signifikan

 Acara ini berhasil mendapatkan lebih dari apa yang diharapkan oleh stakeholdernya . Memang tujuan awalnya adalah mengikuti 10 DC dan menang. Namun saat ini belum ada pengumuman hasil 10 DC. Tapi bukan menjadi masalah karena itu bukan menjadi tujuan utama. Tujuan utama dan yang menjadi hikmah dalam 10 DC ini adalah acara ini bisa membantu mengedukasikan pasar modal untuk kemasyarakat luas dan bahkan membantu mereka dalam ikut berkontribusi secara langsung dengan cara membantu mereka untuk bisa memiliki rekening saham dengan biaya deposit awal yang lebih murah dari pada biasanya. Sehingga karena acara ini dapat mematahkan stigma masyarakat yang percaya bahwa saham hanya untuk orang yg memiliki banyak uang.

Dari uraian tersebut dapat dikatakan Ten Day Challenge ini memperoleh hasil yang memuaskan. Banyak keuntungan yang didapat oleh masyarakat. Oleh karena itu rencananya Ten Day Challeng ini akan diadakan lagi dan menjadi acara rutin tahunan.

 

Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here