Skip to main content

Gerakan Nasional Non-Tunai, Upaya Menghadapi MEA 2015




Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung menghadiri acara “Gerakan Nasional non-tunai” yg digagas oleh Bank Indonesia di Mangga Dua Mall, Kamis (14/8/2014). Dalam kesempatan tersebut Menko Perekonomian menandatangani MoU beserta Gubernur Bank Indonesia, Wakil Menteri Keuangan, Gubernur Sulawesi Selatan, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
 
Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-69 Republik Indonesia, acara ini diselenggarakan di Mangga dua Mall jakarta yang merepresentasikan sebagai pusat transaksi keuangan. Dalam sambutannya Menko Perekonomian menegaskan bahwa Gerakan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pemerintah, dan pelaku bisnis dalam menggunakan sarana pembayaran non-tunai
"Gerakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran kita, pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat dalam menggunakan sarana pembayaran non-tunai yang tentunya lebih mudah,aman, dan efisien". ujarnya
 
Menko Perekonomian pun memaparkan dibandingkan negara ASEAN lainnya, penggunaan transaksi pembayaran berbasis elektronik yang dilakukan masyarakat Indonesia relatif masih rendah, sementara dengan kondisi geografis dan jumlah pouplasi yang cukup besar, masih terdapat potensi yang cukup besar untuk perluasan akses layanan sistem pembayaran di Indonesia.
 
"Penggunaan transaksi pembayaran berbasis elektronik kita masih rendah dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya"tegasnya
 
Di Akhir kesempatan Menko Perekonomian pun menegaskan dengan adanya gerakan ini, negara Indonesia akan terpacu menjadi negara yang semakin efisien dan produktif dalam pasar, yang pada ujungnya akan memperkuat kita dalam menghadapi MEA 2015.
 
"Pemerintah akan mendukung penuh gerakan ini, karena volume transaksi tunai akan mengecil setiap harinya sehingga negara kita akan menjadi negara yang efektif dan produktif di dalam pasar, hal ini dilakukan untuk menghadapi MEA 2015"tegasnya singkat


Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias.





Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Selamat Bergabung Unssaf 2020!

Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh peserta Open Recruitment (Oprec) Staff Professional Unssaf 2020 atas partisipasi yang begitu luar biasa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Apapun hasilnya kalian tetap menjadi keluarga besar dari Unssaf. Bagi yang belum berkesempatan menjadi Staff Professional Unssaf tahun 2020, jangan berkecil hati, karena wahana untuk belajar Pasar Modal sangat luas dan Unssaf sangat terbuka bagi siapapun yang ingin belajar materi tentang Pasar Modal.
Tak lupa kami ucapkan selamat kepada peserta yang telah lolos seleksi! Berikut adalah daftar Staff Professioinal UNSSAF 2020 :

NoNama Jurusan 1M. Rizaludin HasanManajemen 20182Abdul Chotib NasihManajemen 20183Adi Sora Maskus Ginting Manajemen 20194Akbar Rizky Saputra Manajemen 20195Almarshanda Dienta Endriyanti Manajemen IUP 20196Amelia Inka LitaAkuntansi 20187Ananda Deka Cahya HadiwijayaPendidikan Ekonomi Koperasi 20188Andika Wisnu WidodoManajemen 20199Aninda Sastianita YusufAkuntansi 201910AstriyahAkunt…