Skip to main content

Unssaf dan KSEI Berkolaborasi Dalam Edukasi dan Gathering Kampus


Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan BSO Unssaf mengadakan kegiatan edukasi kampus dan gathering. Acara ini dilaksanakan pekan lalu tepatnya pada tanggal 5 Mei 2018 bertempat di gedung D4 Fakultas Matematika dan IPA.
Acara ini mengusung tema Perlindungan Investor dan Transparansi Informasi Melalui Fasilitas AKSes KSEI. Kegiatan edukasi dan gathering ini dihadiri langsung oleh pihak dari KSEI dan Kepala Kantor Cabang IDX Kota Semarang.

Antusias peserta yang hadir pada acara tersebut diapresiasi oleh bapak Fitriyanto selaku kepala unit pengawasan yang mana memberikan materi pada hari itu. Menurut beliau mahasiswa Unnes sangat aktif dan antusias terhadap investasi di pasar modal. Acara ini dihadiri sekitar 100 mahasiswa Unnes yang tidak hanya dari Fakultas Ekonomi saja dan pendaftarannya gratis untuk mahasiswa yang telah memiliki kartu AKSes dari KSEI.

Banyak hadiah menarik yang dibagikan pada acara tersebut bagi setiap penanya dan tidak kalah menarik, bagi peserta yang pada tanggal 5 April 2018 sampai 24 Mei 2018 login menggunakan kartu AKSes akan mendapatkan voucher investasi sebesar 100 ribu.

Comments

Popular posts from this blog

Mendeteksi Bandarmologi dengan Volume Analisis

Banyak kita jumpai atau sering kita dengar bahwa untuk mendeteksi pergerakan smart money, big fund, atau bandar kita harus menganalisis volume. Hal tersebut benar adanya, namun perlu kita ketahui bahwa selain price ( harga saham ) yang dapat dengan dimanipulasi, volume saham pun dapat di manipulasi. Jika kita hanya melihat suatu angka yang tertera pada summary/ rekap pada data transaksi, maka hal tersebut tetaplah masih dapat dikatakan analisis yang bias. Dalam buku berjudul Value in Time karya Pascall WIllain, disebutkan bahwa pergerakan bandar/ big fund/ smart money dapat terdeteksi APABILA kita dapat memisahkan volume aktif dan volume pasif. Penjelasan mengenai kedua jenis volume tersebut tidak dapat saya tulis di blog ini karena akan memakan waktu  panjang untuk pembahasannya, namun secara garis besar pemahaman tersebut adalah benar.

Trading Limit Bukan Margin Trading

Dalam berinvestasi saham, ada istilah yang cukup terkenal yaitu Margin Trading. Secara sederhana Margin Trading dapat diartikan sebagai membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman. Misalkan suatu perusahaan efek memberikan fasilitas Margin sebesar 100%, artinya jika nasabah memiliki dana tunai sebesar Rp200 juta, maka nasabah tersebut dapat membeli saham hingga Rp400 juta (Rp200 juta dana tunai nasabah ditambah Rp200 juta dari fasilitas Margin). Fasilitas Margin tersebut relatif populer di kalangan Investor karena dapat meningkatkan daya beli. Namun demikian, sistem Margin Trading ini memiliki resiko yang disebut Margin Call dan Forced Sell. Margin Call adalah pemberitahuan bagi nasabah bahwa terjadi penurunan harga saham sehingga nilai saham yang menjadi jaminan berkurang sementara besarnya fasilitas Margin nilainya tetap. Jika nasabah memperoleh Margin Call, maka nasabah harus menambah (Top Up) dana atau menjual

Booklet OTC Terbaru 2020

Download Here